By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: eBro UNDIP Dorong Peternakan Ayam Broiler Lebih Efisien Berbasis IoT
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

eBro UNDIP Dorong Peternakan Ayam Broiler Lebih Efisien Berbasis IoT

Last updated: 19 Agustus 2026 10:40 10:40
Jatengdaily.com
Published: 19 Agustus 2026 10:40
Share
Inovasi teknologi eBro ayam broiler. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mendorong penerapan teknologi digital di sektor peternakan melalui inovasi eBro (makes broiler production easier), sebuah sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan kandang ayam broiler closed house.

eBro merupakan hasil penelitian yang dikembangkan oleh dosen Teknik Mesin UNDIP, Prof. Dr. Eng. Munadi, bersama tim. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu peternak memantau sekaligus mengendalikan kondisi lingkungan kandang secara lebih mudah dan terintegrasi.

Saat ini, eBro telah diterapkan oleh sejumlah peternak ayam broiler di Nanggulan dan Kalibawang, Kulon Progo; Bandungan, Kabupaten Semarang; Gunungpati, Kota Semarang; serta Bandar, Kabupaten Batang.

Penerapan eBro menjadi salah satu bentuk hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi yang dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan.

Ketahanan pangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan berkelanjutan. Dalam hal ini, hasil peternakan, termasuk daging ayam broiler, menjadi salah satu sumber protein hewani utama bagi masyarakat.

Ayam broiler dapat dipelihara menggunakan sistem kandang open house maupun closed house. Sistem closed house memiliki sejumlah keunggulan karena kondisi lingkungan kandang dapat dikendalikan dengan lebih baik, mulai dari temperatur, kelembapan hingga sirkulasi udara.

Sistem tersebut juga memungkinkan kepadatan populasi yang lebih tinggi, menekan tingkat mortalitas, serta meningkatkan efisiensi pakan dan hasil panen. Namun, pembangunan dan pengoperasian kandang closed house membutuhkan investasi serta biaya operasional yang relatif besar.

Karena itu, penerapan teknologi menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan kandang.

Dalam usaha peternakan ayam broiler, sejumlah komponen biaya perlu dikelola secara cermat agar menghasilkan keuntungan optimal. Biaya tersebut antara lain gaji Anak Buah Kandang (ABK), listrik, gas, sekam dan air. Sementara biaya eksternal meliputi DOC (day-old chick), pakan dan obat-obatan.

Untuk membantu menekan biaya operasional tersebut, tim peneliti UNDIP mengembangkan eBro sebagai sistem pemantauan dan pengendalian kondisi kandang secara terintegrasi.

Sistem eBro dilengkapi berbagai perangkat sensor untuk mengukur temperatur, kelembapan, tekanan, kecepatan udara, kadar amonia dan intensitas cahaya. Sistem tersebut juga dilengkapi komunikasi sensor LoRa, Human Machine Interface (HMI) berbasis Message Queuing Telemetry Transport (MQTT), serta sistem alarm untuk mendeteksi exhaust fan yang tidak berputar.

Seluruh perangkat terintegrasi dengan website IoT sehingga kondisi lingkungan kandang dapat dipantau secara real-time.

Sensor yang ditempatkan di dalam kandang mampu membaca kondisi lingkungan dan mendukung pengendalian parameter ketika kondisi kandang berada di atas maupun di bawah standar pemeliharaan ayam broiler.

Melalui HMI, ABK dapat melihat dan mengatur parameter lingkungan kandang. Sementara itu, pemilik kandang maupun perusahaan kemitraan dapat memantau kondisi kandang dari berbagai lokasi melalui website IoT.

Teknologi tersebut menjadi penting karena kenyamanan dan pertumbuhan ayam broiler sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan selama masa pemeliharaan hingga periode panen, yang umumnya berlangsung pada umur 30–40 hari.

Parameter seperti temperatur, kelembapan, tekanan, kecepatan udara dan kadar amonia perlu dijaga agar sesuai dengan standar pemeliharaan.

Selain memantau kondisi lingkungan, eBro juga mendukung pengelolaan data produksi. ABK, pemilik kandang dan perusahaan kemitraan dapat membandingkan kondisi aktual dengan nilai standar setiap hari.

Parameter yang dapat dipantau antara lain mortalitas, konsumsi pakan (feed consumption), bobot ayam, Feed Conversion Ratio (FCR), temperatur, kelembapan, tekanan, kecepatan udara dan kadar amonia.

Perbandingan tersebut memungkinkan perkembangan performa produksi dan kualitas pemeliharaan dievaluasi lebih dini tanpa harus menunggu hingga satu periode pemeliharaan selesai.

Pemanfaatan eBro juga memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari. Peternak dan perusahaan kemitraan dapat memantau kondisi kandang dari jarak jauh, sedangkan ABK tidak lagi harus melakukan banyak pencatatan secara manual.

ABK cukup memasukkan data jumlah kematian, pakan dan berat ayam melalui aplikasi dengan waktu sekitar satu menit setiap hari. Data parameter lingkungan juga dapat disimpan dan diunduh ketika diperlukan sehingga memudahkan evaluasi dan pengambilan keputusan.

Di sisi lain, sistem membantu menjaga parameter lingkungan kandang tetap berada pada kondisi yang mendukung pertumbuhan ayam secara optimal.

Berpotensi Tekan Biaya Operasional

Berdasarkan penerapan eBro pada peternakan yang telah menggunakan teknologi tersebut, efisiensi pengelolaan kandang memberikan peluang bagi peternak untuk menekan biaya operasional langsung hingga di bawah Rp2.000 per ekor ayam.

Dengan Indeks Performa (IP) rata-rata di atas 450, potensi keuntungan peternak disebut dapat mencapai lebih dari Rp4.000 per ekor ayam.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital pada sektor peternakan tidak hanya mempermudah proses monitoring, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui efisiensi operasional dan peningkatan kinerja produksi.

Pengembangan dan penerapan eBro menjadi salah satu bentuk hilirisasi hasil penelitian UNDIP agar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara peneliti, ABK, peternak dan perusahaan kemitraan, teknologi eBro diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas pada peternakan ayam broiler closed house di berbagai wilayah Indonesia.

Pemanfaatan teknologi tepat guna tersebut sekaligus dapat mendukung peningkatan produktivitas peternakan dan memperkuat ketersediaan sumber protein hewani sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Inovasi eBro merepresentasikan semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”, yakni membangun keunggulan akademik dan penelitian yang tidak berhenti pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi diwujudkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.

Penerapan eBro menunjukkan kontribusi UNDIP dalam mendorong transformasi peternakan menuju sistem yang lebih efisien, produktif, berbasis data dan berkelanjutan.

Inovasi ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 – Zero Hunger melalui dukungan terhadap produktivitas dan ketahanan pangan; SDG 8 – Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan efisiensi dan potensi keuntungan usaha peternakan; SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure melalui penerapan IoT, sensor dan sistem digital pada sektor peternakan; serta SDG 12 – Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan sumber daya dan biaya operasional yang lebih efisien.

Dengan demikian, eBro menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dan hasil penelitian UNDIP dapat hadir sebagai solusi atas kebutuhan nyata masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. she 

You Might Also Like

HUT ke-53 Korpri, Ziarah ke Makam Pahlawan Sekda Jateng Ingatkan ASN Jaga Integritas
Ketika Polantas Menyapa Pelajar, Tertib Berlalulintas Dimulai Sejak Usia Dini
Fatwa MUI Dapat Menjadi Rujukan Umat Islam Hadapi Pandemi
Lawan Vietnam Malam Ini, Shin Tae-yong Janjikan Permainan Timnas Lebih Baik
Telkom Regional IV Siap Hadapi Persaingan Bisnis B2B dan Menjadi Digital Telco
TAGGED:eBro UNDIP
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?