SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana RW 03 Kelurahan Mijen, Kota Semarang, tampak berbeda pada Sabtu (22/8/2026). Puluhan ibu-ibu Dasa Wisma (DAWIS) berkumpul dengan antusiasme tinggi, bukan sekadar untuk arisan rutin, melainkan belajar menyulap Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan rumah mereka menjadi produk cuci tangan herbal yang bernilai jual tinggi.
Aksi nyata ini merupakan wujud kolaborasi ilmu pengetahuan antara Program Studi Teknik Kimia Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang dan POLTEKA Mangunwijaya, yang juga disokong penuh oleh para mahasiswa KKN UNTAG Semarang di wilayah setempat.
Ketua Program Studi Teknik Kimia UNTAG Semarang sekaligus ketua tim pengabdian, Ir. Ery Fatarina P, S.T., M.T., IPM, menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk membawa riset kampus langsung ke tengah masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan bahan alami tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang nyata.
”Kegiatan pengabdian ini tidak hanya untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi bertujuan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Harapannya, keterampilan ini bisa dikembangkan menjadi produk UMKM berbasis bahan alami yang ramah lingkungan,” tutur Ery Fatarina.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi yang dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Retno Ambarwati SL, M.T. bersama Teodora M.F.B. Da Silva, S.T., M.T. Para pakar ini mengupas tuntas potensi rahasia tanaman TOGA yang kerap terabaikan di pekarangan—mulai dari khasiat bakterisida alaminya hingga teknik ekstraksi sederhana agar bisa diolah menjadi produk rumah tangga yang praktis.
Momen yang paling ditunggu-tunggu warga tiba saat masuk ke sesi praktik langsung. Dipandu oleh pakar dari POLTEKA Mangunwijaya, Ir. Sri Sutanti, M.Eng., ibu-ibu DAWIS diajak menakar bahan, mencampur formulasi alami, hingga mengemas sabun cuci tangan herbal siap pakai. Warga tak hanya menonton, tetapi ikut meracik secara langsung dari awal hingga jadi.
Gelak tawa dan diskusi hangat mewarnai sepanjang proses pembuatan. Warga aktif bertanya seputar variasi aroma hingga potensi ketahanan produk. Praktik hands-on ini sengaja dirancang agar para peserta langsung mahir dan percaya diri untuk memproduksinya secara mandiri di rumah.
Melalui program ini, warga RW 03 Kelurahan Mijen kini memiliki pandangan baru: tanaman obat di sekitar rumah bukan lagi sekadar jamu seduh tradisional, melainkan modal awal untuk melahirkan produk kebersihan inovatif yang sehat, hemat, dan berpotensi memutar roda ekonomi keluarga. St



