NTT (Jatengdaily.com)- Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) Universitas Diponegoro (Undip) melanjutkan misi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah satu pekan berada di lokasi bencana, tim yang terdiri atas dosen, dokter, perawat, dan mahasiswa Undip tersebut terus menyalurkan bantuan logistik sekaligus memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial kepada masyarakat.
Tim D-DART yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini di antaranya Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep., Ns. Marsha Yoke Nancy, S.Kep., M.Sc., Aldani Putri Wijayanti, S.Psi., M.Sc., dr. Hasbullah Kasim, dr. Ryco Giftyan Ardika, Ahmad Aqil Widyantoro, S.EI., Mohammad Pandu Pradana, S.Si., Fadhil Raihan Akbar, S.Kep., M. Umar Dani, S.Kep., serta M. Ilham Deryan Martono.
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota tim yang telah menjalankan tugas kemanusiaan di tengah masyarakat terdampak bencana.
“Besar harapan, sedikit bantuan dari kami dapat meringankan beban yang ada. Semoga para korban dan relawan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Tim D-DART memberikan layanan medis di Posko Bencana yang bekerja sama dengan Puskesmas Natarandang. Sebanyak 175 pasien mendapatkan layanan kesehatan yang meliputi pemeriksaan dan pengecekan kondisi kesehatan. Pelayanan tersebut didampingi oleh dokter dan perawat dari Fakultas Kedokteran Undip.
Tidak hanya memberikan bantuan di bidang kesehatan, Tim D-DART juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak bencana. Asistensi psikososial diberikan kepada anak-anak di SD Wue dengan pendampingan tenaga dosen dari Fakultas Psikologi Undip.
Kegiatan psikososial bagi anak-anak dikemas melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan edukatif, seperti permainan edukatif, mobile mini library session, serta bernyanyi bersama. Pendampingan psikososial juga diberikan kepada kelompok lansia sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis pascabencana.
Kehadiran Tim D-DART disambut antusias oleh masyarakat sekitar. Di tengah keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan akibat kondisi bencana, kehadiran tim menjadi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas Undip kepada masyarakat NTT.
Selain memberikan pelayanan secara langsung, koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan terus dilakukan untuk memastikan bantuan dan layanan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan serta berjalan tepat sasaran.
Tim D-DART merupakan bagian dari Pusat Penanggulangan Bencana pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, yang berada dalam koordinasi Bidang IV Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip.
Melalui D-DART, Undip terus menunjukkan komitmennya untuk hadir dan membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur. Para dosen dan mahasiswa dari berbagai latar belakang keahlian dikerahkan untuk memberikan layanan medis, pendampingan psikososial, serta menyalurkan bantuan logistik yang telah dipersiapkan dari Semarang.
Misi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata pengabdian Undip kepada masyarakat, sekaligus bentuk solidaritas sivitas akademika dalam membantu masyarakat bangkit dan pulih dari dampak bencana. she



