SEMARANG (Jatengdaily.com) — Siapa sangka, minyak jelantah yang kerap berakhir di saluran pembuangan dan mencemari lingkungan ternyata punya nilai ekonomis tinggi.
Berangkat dari kepedulian tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aroma Terapi” di Gedung Sukarno, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 80 anggota DWP ini menghadirkan pakar Teknik Kimia dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang, Ir. Ery Fatarina Purwaningtyas, S.T., M.T., IPM., sebagai narasumber utama.
Ketua DWP BBPMP Jawa Tengah, Titin Sumarni, mengungkapkan bahwa agenda ini dirancang untuk membekali para ibu rumah tangga dengan keterampilan praktis. Harapannya, mereka bisa lebih bijak dan produktif dalam mengelola limbah domestik.
”Peserta tidak hanya paham bahaya membuang jelantah sembarangan, tetapi juga pulang membawa pengalaman langsung mengolahnya menjadi produk yang berguna di rumah,” ujar Titin.
Wujud Nyata Ekonomi Sirkular dan Kampus Berdampak
Dalam sesi pemaparan, Ery Fatarina menekankan pentingnya mengubah sudut pandang terhadap limbah dapur. Lewat sentuhan teknologi sederhana, minyak bekas pakai justru bisa disulap menjadi barang berdaya guna tinggi.
“Minyak jelantah jangan hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang. Dengan pengetahuan dan teknologi sederhana, limbah ini bisa menjadi lilin aromaterapi yang bernilai guna,” terang Ery.
Langkah ini sekaligus menjadi edukasi nyata mengenai ekonomi sirkular—konsep pemanfaatan kembali bahan sisa agar tidak terbuang sia-sia. Tak sekadar menyampaikan teori, Ery membimbing para peserta melakukan praktik langsung pembuatan lilin, mulai dari pemurnian minyak, pencampuran bahan, hingga penambahan aroma.
Ery menambahkan, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari konsep Kampus Berdampak. Menurutnya, perguruan tinggi harus hadir membawa solusi atas permasalahan konkret di tengah masyarakat.
“Ilmu Teknik Kimia tidak boleh berhenti di ruang kelas dan laboratorium. Keilmuan ini harus hadir memberikan solusi sederhana atas persoalan lingkungan sehari-hari,” tegasnya.
Buka Peluang Usaha Rumah Tangga
Sinergi antara DWP BBPMP Jateng dan UNTAG Semarang ini diharapkan menjadi pemantik untuk gerakan yang lebih besar. Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha baru.
Ke depannya, program ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan tahap berikutnya, seperti:
- Peningkatan kualitas dan variasi produk
- Teknik pengemasan (packaging) yang menarik
- Strategi pemasaran produk bernilai ekonomi
Lewat kontribusi aktif ini, UNTAG Semarang membuktikan komitmennya dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang aplikatif, sekaligus memberi dampak positif yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat luas. St



