By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kemarau Berkepanjangan, Warga Jamus Berjamaah Salat Istisqa Memohon Turunnya Hujan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kemarau Berkepanjangan, Warga Jamus Berjamaah Salat Istisqa Memohon Turunnya Hujan

Jatengdaily.com
Published: 4 Oktober 2026 15:44
Share
Warga Jamus berjamaah salat Istisqa. Foto: sari jati
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)– Kemarau panjang yang mulai berdampak pada ketersediaan air mendorong warga Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, menggelar salat istisqa di lapangan desa, Minggu (04/10/2026).

Sekitar 100 warga mengikuti salat untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun. Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh agama, perangkat dan lembaga desa, serta masyarakat setempat.

Kepala Desa Jamus, Muh Rifai, mengatakan salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar warga untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.

“Ini merupakan ikhtiar langsung kepada Allah agar diturunkan hujan. Di sisi lain, salat istisqa juga menjadi momentum untuk bermuhasabah dan introspeksi diri secara bersama-sama,” ujar Muh Rifai.

Menurutnya, kemarau tidak hanya membuat suhu dan kondisi lingkungan semakin kering, tetapi juga mulai memengaruhi ketersediaan sumber air. Debit sejumlah sumber air mengalami penurunan, sementara kebutuhan air bersih warga dan pasokan air untuk lahan pertanian terus meningkat.

“Karena kemarau yang cukup panjang, sumber air mulai berkurang. Para petani juga kebingungan memenuhi kebutuhan air untuk sawah, sementara air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” katanya.

Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap sektor pertanian. Keterbatasan pasokan air membuat sebagian lahan persawahan tidak mendapatkan pengairan secara optimal. Bahkan, sejumlah masyarakat mengalami gagal panen akibat minimnya ketersediaan air.

Muh Rifai mengatakan salat istisqa juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melakukan introspeksi terhadap hubungan manusia dengan lingkungan. Warga diingatkan untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Di tengah kondisi kemarau, ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. Kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Jangan membuang sampah sembarangan dan jangan bermain api sembarangan. Dalam kondisi seperti sekarang, sedikit saja api atau gesekan bisa memicu kebakaran yang dampaknya merugikan masyarakat,” tegasnya.

Melalui salat istisqa tersebut, warga Jamus berharap doa dan ikhtiar bersama mendapat ridha Allah SWT. Turunnya hujan diharapkan dapat mengakhiri kekeringan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan pengairan lahan pertanian. rie-she

You Might Also Like

Perempuan PKS Komitmen Selamatkan Bumi
KAI Wisata Siap Layani Lonjakan Penumpang Kereta Wisata di Masa Nataru 2025/2026
Ratusan Napi dari Riau Dipindahkan ke Nusakambangan
PSIS Kalahkan PSS Lewat Tendangan Jonathan
DPP PARFI Gelar PARFI Award untuk Film Hebat Indonesia
TAGGED:Warga Jamusari
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?