SEMARANG (Jatengdaily.com) – Estafet keilmuan Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, kembali berlanjut ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia. Sebanyak 27 santri Madrasah Aliyah (MA) Al-Musyaffa’ angkatan ke-4 berangkat dari PPFF untuk melanjutkan studi di kampus tersebut.
Sebelumnya, empat santri angkatan pertama, 11 santri angkatan kedua, dan 20 santri angkatan ketiga telah lebih dahulu melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Mesir. Dengan demikian, total 62 santri dari empat angkatan telah melanjutkan studi ke Mesir, menegaskan konsistensi PPFF dalam mengantarkan santri menuju pendidikan tinggi bertaraf internasional.
Capaian ini merupakan bagian dari ikhtiar pendiri sekaligus pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., dalam membangun pendidikan berbasis karakter salaf dengan penguasaan kitab kuning, adab, dan akhlak sebagai fondasi utama. Kurikulum pesantren ini dilengkapi program bonus berupa Tahfidh Al-Qur’an 30 juz serta pembiasaan bilingual bahasa Arab dan Inggris.
Dalam pembekalannya, Kyai Fadlolan menekankan tiga manajemen penting bagi para santri selama menuntut ilmu di Mesir, yakni manajemen waktu, manajemen prioritas, dan manajemen taqarrub ilallah. Kyai Fadlolan berpesan agar para santri menjaga kemandirian, kesungguhan belajar, dan kedekatan dengan Allah SWT selama jauh dari orang tua serta guru. Menuntut ilmu ke luar negeri bukan sekadar meraih gelar akademik, melainkan juga mempersiapkan diri untuk kembali mengabdi kepada agama, pesantren, bangsa, dan negara.
Sambutan mewakili wali santri disampaikan oleh Dr. KH. Ahmad Nafi’, S.TP., M.P., pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel, Jember. Kyai Nafi’ berpesan bahwa kecerdasan harus berpadu dengan kekuatan rohani, akidah yang kokoh, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Ia mendorong para santri untuk bersungguh-sungguh meraih prestasi hingga kampus-kampus terbaik dunia seperti Cambridge atau Oxford, tanpa melupakan akar spiritual pesantren.
Keberangkatan ini juga menjadi ungkapan syukur dan terima kasih para wali santri kepada PPFF atas pendidikan ilmu, adab, dan akhlak yang telah diberikan kepada putra-putri mereka. Sementara itu, Kyai Fadlolan berpesan agar para wali mengiringi keberangkatan anak-anak mereka dengan doa dan tawakal. Para santri akan didampingi sejak Semarang hingga Jakarta, termasuk persiapan di bandara hingga keberangkatan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Syaikh Eid Kamil Barakat, mab‘uts Universitas Al-Azhar Mesir untuk Indonesia yang bertugas di PPFF. Doa dipanjatkan agar perjalanan para santri senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dimudahkan dalam menuntut ilmu, serta kelak kembali membawa keberkahan dan manfaat bagi umat.
Keberangkatan angkatan ke-4 ini bukan sekadar langkah menuju pendidikan internasional, melainkan kelanjutan perjuangan PPFF dalam melahirkan generasi berkarakter salaf, berwawasan global, dan berakidah kuat. Dengan total 62 santri dari empat angkatan yang melanjutkan studi ke Al-Azhar, PPFF meneguhkan komitmennya dalam menyiapkan generasi penerus keilmuan Islam yang siap mengabdi kepada umat dan bangsa. Allahumma amin. she



