By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tim Sangiran: Konservasi Fosil Patiayam
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tim Sangiran: Konservasi Fosil Patiayam

Last updated: 31 Maret 2019 00:23 00:23
nimdajd
Published: 31 Maret 2019 00:23
Share
SHARE

KUDUS – Sekitar 100 fosil di Museum Purbakala Patiayam Kudus, dikonservasi dan didata oleh Tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Hal itu bertujuan untuk melindungi fosil-fosil tersebut.

Konservator BPSMP Sangiran, Nurul Fadlilah mengatakan, pihaknya melakukan pendataan dan kegiatan konservasi di lokasi langsung Museum Purbakala Patiayam Desa Terban, Kecamatan Jekulo.

“Kegiatan yang sarat dengan perlindungan benda purba berikut pendataannya ini berlangsung sejak 26 Maret sampai 2 April 2019. Ada 6 orang yang membantu pendataan dan kegiatan konservasi di Patiayam,” kata Nurul ditemui di lantai 2 gedung Museum Purbakala Patiayam, Kudus, Kamis (28/3).

Menurut dia, enam orang itu terdiri atas dua konservator, analis identifikasi fosil, petugas pendataan, dokumentasi, dan teknisi restorasi, masing-masing satu orang.

“Target kami ada 100 fosil, yang akan kami data selama kami berada di Patiayam,” imbuh Nurul.

Dia menambahkn, konservasi fosil ini merupakan lanjutan dari 2016 lalu. BPSMP Sangiran melakukannya karena Patiayam berada di bawah naungannya.

Sampai saat ini Patiayam masih di bawah BPSMP Sangiran. Maka, ini bagian dari supervisi kami,” ujarnya.

Pihaknya memerinci konservasi di antaranya, melakukan perbaikan fosil dan fragmen yang sudah putus disambung satu sama lain. Biar bisa menjadi semirip mungkin.

“Penyambungan ini harus tidak terlalu mengubah bentuk aslinya. Jadi cara perekatannya diupayakan semirip mungkin dengan kondisi fosil saat ditemukan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Situs Purbakala Patiayam, Jamin terlihat bersama melakukan konservasi dengan tim BPSMP Sangiran. “Tim BPSMP melakukan konservasi sejak beberapa hari lalu,” kata Jamin.

Tercatat ada 6.500 sampai 7.000 fragmen yang ada di Museum Patiayam. “Koleksinya mencapai 6.500-an sampai 7 ribu fragmen,” kata dia. dtc-yan

You Might Also Like

Respons Aduan Pekerja, Mbak Ita Dorong Pengusaha Segera Selesaikan Kewajiban Bayar THR
MKn Unissula Gelar Kuliah Pakar Bahas Etika Profesi PPAT
9 Meninggal Akibat Banjir Jakarta
Tes Swab bagi Kontak Erat Pasien COVID-19 Gratis di Puskesmas
Mobilitas Tinggi Akhir Tahun, Konsumsi Dex Series Melonjak 35 Persen
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?