By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Patuhi Larangan Mudik Sama dengan Jihad Kemanusiaan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsTausiyah

Patuhi Larangan Mudik Sama dengan Jihad Kemanusiaan

Last updated: 23 April 2020 00:29 00:29
Jatengdaily.com
Published: 23 April 2020 00:25
Share
Zainut Tauhid Sa'adi
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Wakil Menteri Agama H Zainut Tauhid Sa’adi mengajak masyarakat agar menaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik ke kampung halaman di musim pandemi Covid- 19.

“Semua itu untuk kebaikan bersama, baik untuk diri sendiri maupun untuk keselamatan keluarga dan orang lain,” kata Zainut yang juga Wakil Ketua Umum MUI Pusat itu, kemarin.

Jakarta sudah dinyatakan oleh Pemda DKI sebagai zona merah, artinya seluruh orang yang berada di wilayah DKI Jakarta masuk katagori ODP (Orang Dalam Pemantauan). Sehingga pergerakannya harus diawasi agar dapat memutus mata rantai penyebarannya. Demikian pula dengan daerah yang berkategori sama.

“Mudik ke kampung halaman dapat mempercepat proses penyebaran Covid-19, karena ada pergerakan manusia dari zona merah ke zona hijau, sehingga bisa membahayakan keselamatan jiwa masyarakat,” katanya.

Dia mengutip hadist Nabi Muhammad saw yang memberikan nasihat kepada kita ; “Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya”  
(HR. Bukhari & Muslim) 

Hendaknya semua pihak memiliki kesadaran bersama terhadap bahaya ancaman wabah Covid 19, dan memiliki tanggung jawab untuk mencegah penyebarannya. Masalah ini tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama.

Nabi memberikan kabar gembira bagi orang2 yang mau bersabar dan tetap berada di tempat tinggalnya dengan balasan syahid kepadanya.

“Maka, tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah SWT tetapkan, baginya pahala orang yang mati syahid” (HR. Bukhari dan Ahmad).

Menurutnya orang yang mestinya mampu untuk mudik atau bepergian ke mana saja, tetapi karena kemaslahatan yang lebih besar dia mengurungkan, itu sama dengan jihad kemanusiaan yang nilai pahalanya tidak terhitung besarnya. st

You Might Also Like

Pengurus Pengajian Selosonan Masjid Agung Demak Dikukuhkan, Targetkan Revitalisasi Masjid
Syawal Bulan Baik untuk Menikah
Produksi Padi dan Jagung Jateng Masih Terbesar Kedua Nasional, Jadi Lumbung Pangan
Peternak Ayam Broiler di Boyolali Kesulitan Jual Hasil Panen Saat PPKM
Sukses Pimpin Perusahaan Pakan Ternak Internasional, Ternyata Haris Alumni FPIK UNDIP
TAGGED:jihad kemanusiaanKemenag RIlarangan mudikpenanggulangan covid-19
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?