By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Penataan Permukiman Perkotaan Butuh Pendekatan Sosial
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Penataan Permukiman Perkotaan Butuh Pendekatan Sosial

Last updated: 9 Juli 2020 18:27 18:27
Jatengdaily.com
Published: 9 Juli 2020 18:26
Share
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Dr Sofyan A Djalil SH. Foto: dok/bpn
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Masalah penataan permukiman dan kawasan kumuh di perkotaan butuh penanganan khusus. ‘’Kita tahu semua secara normatif, perumahan merupakan konsen semua pihak.  Apalagi tren dunia, mayoritas penduduk dunia akan ada di perkotaan. Oleh karena itu, butuh penanganan yang komprehensif,’’ jelas Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Dr Sofyan A Djalil SH, saat menjadi pembicara utama dalam Webinar Undip SDGs seri 6 bertajuk Mewujudkan Perumahan dan Perkotaan Inklusif di Era Pandemi Covid-19 dan Kehidupan New Normal, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, selama ini memang ada kelemahan dalam penanganan pertanahan di Indonesia. Hal ini mengingat peran Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang hanya sebagai regulator, misalnya memberi sertifikat. Seharusnya BPN juga berperan dalam penataan perkotaan. Sehingga bisa membantu dalam penyediaan tanah, permukiman dan penataan perkotaan.

Lebih lanjut menurutnya, dalam menata perkotaan sudah saatnya bersifat komprehensif, dengan melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat. ‘’Pendekatannya jangan hanya teori dan teks book saja.  Namun juga pendekatan sosial, dan yang cocok adalah pendekatan lokal, yakni melihat kondisi lokal  wilayah yang akan ditata. Sehingga, ada semacam penataan tata ruang yang kolaboratif,’’ jelasnya.  

‘’Kita perlu berpikir, yakni dengan mencari solusi yang beda dari solusi sebelumnya di bidang tata ruang. Misalnya, perguruan tinggi, masyarakat, kabupaten dan kota terlibat dalam mendesain tata ruang dengan melihat dan mencerminkan kondisi lokal wilayah. Hasilnya akan lebih baik dan fokus,’’ jelasnya.  

Hadir dalam kesempatan ini, Dekan Fakuktas Teknik Undip Prof I M Agung Wibowo  yang membuka acara. Sedangkan Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof Budi Setiyono memberi sambutan mewakili rektor. Menurutnya dengan diskusi ini diharapkan bisa memberi masukan untuk mencari solusi terhadap persoalan permukiman di Tanah Air, khususnya perkotaan. Hadir juga sejumlah nara sumber lain. She

You Might Also Like

Most Instagrammable Spots Around the Globe for Your Travel Photos
KPU Ingatkan Masyarakat Tak Rekam Foto Pilihannya di TPS
Rumah Ditinggal Penghuni Ludes Terbakar
Solo Art Market Bisa Jadi Destinasi Baru dan Rangsang Kreativitas Warga
Lazisma Buka Donasi untuk Warga Terdampak Banjir Demak
TAGGED:Dr Sofyan A Djalil SHpenataan permukiman perkotaanWebinae Undip
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?