PEMALANG (Jatengdaily.com)– Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Bupati Pemalang, Junaedi didampingi istri Irna Setiawati, Senin, (31/8/2020) melakukan prosesi jamasan kereta kencana setompraman dan turonggojatti juga benda-benda pusaka milik Pemerintah Kabupaten Pemalang. Acara yang berlangsung di Garasi Rumah Dinas Bupati ini, dihadiri para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Terkait dengan acara tersebut, dalam sambutannya Bupati Junaedi menyampaikan terimakasih kepada penyelenggara atas dilaksanakannya acara jamasan atau pencucian benda-benda pusaka. Menurut Bupati, acara yang rutin dilaksanakan pada setiap bulan Muharam itu, adalah sebagai bentuk mengejawantahkan kebudayaan yang tentunya harus dilestarikan di negeri ini.
Kepada seluruh yang hadir ditempat itu, Bupati mengucapkan selamat tahun baru Hijriah 1442, dengan harapan, semoga dalam mengarungi kehidupan di negeri ini khususnya warga Kabupaten Pemalang senantiasa mendapatkan petunjuk, ridho dan barokah dari Allah SWT.
“Hari ini penjamasan pusaka buat saya yang terakhir. Karena jabatan saya kedepan sudah tidak menangi penjamasan di bulan Muharam yang akan datang. Karena 17 Februari saya akan berakhir sesuai dengan tugas yang diberikan kepada saya maka ini adalah penjamasan yang terakhir buat Bupati Pemalang Periode 2016-2021”, ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Junaedi pesan, meski dirinya nanti sudah tidak berada lagi di pendopo lagi, namun pelestarian budaya termasuk tradisi yang ada di Kabupaten Pemalang harapannya bisa diteruskan. Seperti diutarakan Bupati, kegiatan penjamasan kereta dan benda – benda pusaka yang tengah dilakukannya saat itu adalah bagian dari upaya pelestarian kebudayaan adiluhung.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Mualip melaporkan, kegiatan jamasan benda pusaka dan kereta kencana, bertujuan untuk memelihara dan melestarikan kekayaan budaya jawa.
Juga merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia, juga untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia, di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan. Juga termasuk sebagai perwujudan untuk membersihkan diri dari kebatilan dan keburukan. Acara dengan menerapkan protokol kesehatan ini diakhiri dengan doa dan pemotongan tumpeng. She


