By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Firman Bintang: Pembukaan Gedung Bioskop Lebih Bijak Ditunda Dulu
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Firman Bintang: Pembukaan Gedung Bioskop Lebih Bijak Ditunda Dulu

Last updated: 2 September 2020 17:40 17:40
Jatengdaily.com
Published: 2 September 2020 17:40
Share
Firman Bintang
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membuka gedung bioskop ternyata ditentang oleh H Firman Bintang, produser film yang juga wartawan senior saat menjadi narasumber diskusi daring yang mengusung tema “Saatnya Bangkit Bersama” yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KOPHI), Rabu (2/9/2020).

“Karena kondisi Wabah Pandemi Covid 19 belum reda dan masih zona merah. Alangkah bijaknya kalau pembukaan gedung bioskop ditunda dulu. Ini demi kepentingan bersama” ujar Firman Bintang.
Mantan ketua Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) ini menegaskan dampak pagebluk ini, sangat luar biasa sekali. Sangat besar. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Bukan hanya bagi pelaku Industri film saja, tapi seluruh pelaku Industri hiburan di Indonesia, juga dunia. Karena pagebluk Covid-19 tidak hanya membuat iklim dan ekosistem industri, teristimewa industri film Indonesia terpapar, tapi terkapar.

Karena sudah menjadi rahasia bersama, jauh sebelum Covid-19 datang, perfilman Indonesia kondisinya sudah seperti terdampak pandemi. Dengan beberapa alasan tertentu, seperti sistem tata edar perfilman nasional, yang ditimbang masih menjadi persoalan laten. Yang seperti tidak akan pernah selesai dalam waktu dekat.

Serta beberapa persoalan tak kalah penting lainnya. Seperti pajak tontonan, yang sayangnya tidak atau belum kembali ke ekosistem dunia perfilman peruntukannya. Serta pertanyaan turunannya, yang membuat industri perfilman Kita kalah jauh dengan ekosistem perindustrian di Korea Selatan, misalnya.

Yaitu persoalan strategi kebudayaan, yang belum menempatkan film pada tempat yang seharusnya. Pada persoalan tata edar misalnya. Sebagai produser film, persoalan laten ini menjadi batu sandungan terbesar yang sepertinya tidak atau sulit diselesaikan dalam waktu dekat ini.

Karena pemilik bioskop mempunyai kecenderungan bekerja sesuai seleranya sendiri. Yang berpunggungan atau bahkan berseberangan dengan selera pembuat dan pemilik film (produser). Dan biasanya, pemilik film akan kalah jika berhadapan dengan pemilik bioskop. Akibatnya, filmnya mendapatkan pembagian layar yang tidak Adil, atau bahkan tidak dapat ditayangkan sama sekali.

Meski sebenarnya UU menjamin, jika film telah mendapatkan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF) dia (sebuah film) berhak ditayangkan di bioskop. Tapi apakah prakteknya semudah itu? Anda bisa menjawab sendiri.

Nah, saat ini, ketika bioskop ditutup atas nama menegakkan protokol kesehatan, cobaan produser film, juga pemilik bioskop, makin besar. Tapi ini semua sudah terjadi. Tidak Ada ruang lagi untuk meratapi.

Kita harus bergandengan bersama, dan saling membangkitkan, demi tetap bertahan di kondisi yang sangat tidak mudah ini. Sekaligus momentum Covid-19 ini jadikan cerminan, jangan sampai kita kehilangan semangat, sekaligus kreatifitas. Karena mata uang yang sebenarnya dalam industri ini adalah kreatifitas.

Sedangkan jualannya, saat sekarang tidak melulu via bioskop. Bisa lewat media baru lainnya. Dari streaming hingga TV langganan berbayar. Serta OTT (Over The Top). Atau media yang mengacu pada konten dalam bentuk audio, video, dll yang ditransmisikan via Internet tanpa mengharuskan pengguna untuk berlangganan layanan TV kabel atau satelit tradisional seperti Comcast.

Juga via, TV Everywhere atau Kita mengenalnya sebagai video-on-demand terautentikasi atau (streaming terautentikasi). sb–st

You Might Also Like

Teliti Amanah Reputasi, Jefri Heridiansyah Dosen STIE Semarang Raih Doktor dari Unissula
11 Desa 4 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan Terendam Rob
Ditangkap, Pelaku Tabrak Lagi di Pasar Bulu dengan Korban Meninggal Mengaku Ngantuk
Edukasi Gizi dan Pangan Lokal Warnai Fiesta Fest 2025 di Halaman Kantor Gubernur Jateng
PGN Perkuat Kompetensi Inspektur Bejana Tekan di PPSDM Migas
TAGGED:firman bintanglebih bijak ditundapandemi coronapembukaan gedung bioskop
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?