By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Terobosan Kartu Tani
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
GagasanSorot

Terobosan Kartu Tani

Last updated: 5 September 2020 10:02 10:02
Jatengdaily.com
Published: 5 September 2020 10:02
Share
SHARE

Oleh : Laeli Sugiyono
Statistisi Madya pada BPS Provinsi Jawa Tengah

SEKTOR pertanian merupakan sektor andalan Jawa Tengah karena penyerapan tenaga kerja sektor ini paling dominan mencapai 4.685 ribu orang atau sekitar 26,06% dari total tenaga kerja (Sakernas Jawa Tengah 2020). Sektor pertanian juga dinilai sektor tangguh dalam menghadapi badai krisis terbukti ketika krisis sosial ekoomi akibat pandemi CCOVID-19 tahun 2020 melanda Indonesia pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan II-2020 terkontraksi hingga -5,94% lebih dalam dari tingkat nasional (-5,32%). Sektor pertanian Jawa Tengah masih tumbuh positif kecil 2,15% ketika sektor-sektor lainnya terkontraksi cukup dalam.

Sektor pertanian Jawa Tengah juga membanggakan karena Provinsi Jateng menerima penghargaan sebagai daerah dengan tingkat produksi beras tertinggi se-Indonesia 2019. Apa kunci sukses Jawa Tengah dalam memajukan sektor pertanian? Pertanyaan yang sederhana ini muncul begitu saja. Upaya program pemberdayaan petani Jawa Tengah adalah jawabannya. Mengapa demikian? Karena hanya dengan kartu tani menjadi terobosan jitu dalam menyemangati para petani dalam meningkatkan produksi pertanian.

Petani dengan leluasa dapat membelanjakan bantuan pemerintah ini untuk membeli pupuk subsidi yang tersedia di pasar pertanian. Selama ini pupuk menjadi masalah bagi para petani karena berbagai alasan seperti kelangkaan pupuk, ketidak berdayaan petani memperoleh pupuk, dan sebagainya.

Kartu Tani merupakan terobosan baru pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian. Dalam mensukseskan program nasional di bidang pertanian, pemerintah terus berinovasi dan menciptakan program-program yang menguntungkan guna meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui peluncuran kartu tani.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy menjelaskan, pada dasarnya kartu tani merupakan kartu debit seperti ATM dan bisa digunakan para petani untuk berbagai kebutuhan dan memenuhi keperluan pertaniannya. Keberadaan kartu tani diharapkan membawa dampak yang positif bagi semua kalangan. Tidak hanya bagi pemerintah dan pihak terkait saja, melainkan yang paling penting adalah manfaat bagi para petani.

Keuntungan berikutnya, petani dapat melakukan penjualan hasil panen tanpa perantara. Kendala yang dihadapi oleh para petani adalah ketika musim panen tiba, hasil yang didapat tidak serta merta dapat dinikmati. Alasannya adalah petani terpaksa menjual hasil pertanian kepada para tengkulak yang mengambil untung besar. Keberadaan kartu tani ini diharapkan akan memangkas praktik penjualan hasil pertanian yang tidak sehat ini. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Mengurai Persoalan
Persoalan yang semrawut dalam sektor pertanian dapat diurai dengan seksama melalui kartu tani dalam mengatasi ketidakberdayaan petani yang kita ketahui petani merupakan pebisnis yang sangat lemah dalam posisi tawar yang sangat rendah karena kebanyakan petani kita hanya menguasai lahan yang sempit, yang kita kenal sebagai petani gurem, yaitu petani yang mengusahakan lahan pertanian kurang dari 0,5 ha. Pada 2013, jumlah rumah tangga petani gurem di Indonesia adalah 14.250.000 rumah tangga atau 55,53 % dari total rumah tangga petani di Indonesia (Badan Pusat Statistik, 2013).

Kartu tani juga dapat digunakan petani dalam melakukan penjualan secara langsung ke Bulog selaku off taker. Petani cukup membawa kartu tani dan menimbang hasil panen. Hasil panen nantinya akan diinput dan muncul besaran pembayaran di server SINPI (Sistem Pertanian Indonesia) dan akan dikirimkan ke HP petani via SMS. SMS tersebut berisi nilai jual hasil panen dan nantinya akan langsung masuk ke rekening petani. Ini suatu terobosan dalam era revolusi industri 4.0. Ekonomi digital solusi terkini dalam meningkatkan akonomi rakyat.

Keberadaan kartu tani ini diharapkan bisa memangkas praktik penjualan hasil pertanian yang tidak sehat selama ini. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Keuntungan lainnya, kemudahan pembayaran kredit usaha. Ketika petani mendapatkan keuntungan yang lebih dari hasil penjualan selama masa panen, maka dana yang dimiliki bisa digunakan untuk unit usaha lainnya.

Di sini, dengan menggunakan kartu tani para petani pun dapat mengajukan kredit usaha di lembaga perbankan dan keuangan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Kartu tani ini pun digunakan untuk memverifikasi data para petani ketika melakukan pengajuan pinjaman kredit usaha, karena kartu tani bisa digunakan sebagai tabungan dan bisa meminimalisir kerugian finansial jika dibandingkan dengan cara konvensional.

Terakhir, manfaat kartu tani yang bisa dirasakan oleh para petani ialah kemudahan dalam mendapatkan bantuan sosial maupun subsidi. Terutama untuk bidang pertanian dan beberapa program nasional kementerian terkait. Misalnya program bantuan sosial Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertanian yang memiliki andil besar dalam memajukan dan memfasilitasi kebutuhan petani di Indonesia. Jatengdaily.com-yds

You Might Also Like

Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
Penipuan Pinjol, Salah Siapa?
Kasus Perkawinan Anak dan Tantangan BP4 Jateng
Akankah Produksi Beras Jateng Kembali Berjaya?
Subsidi BBM untuk Bansos, Tepatkah?
TAGGED:bps jatengkartu taniopinipertanian jawa tengah
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?