By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Meningkatkan Kompetensi Guru di Tengah Pandemi jadi Tantangan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Meningkatkan Kompetensi Guru di Tengah Pandemi jadi Tantangan

Last updated: 15 September 2020 17:21 17:21
Jatengdaily.com
Published: 15 September 2020 17:21
Share
Bupati Demak HM Natsir saat memberikan pengarahan pada peserta Diklat Pembelajaran Berbasis IT oleh PGRI Kabupaten Demak. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – PGRI Kabupaten Demak menggelar Diklat Pembelajaran Berbasis IT. Kegiatan yang diagendakan empat hari mulai 14-17 September itu dimaksudkan meningkatkan kompetensi dalam kegiatan pembelajaran berbasis IT. Sehingga diharapkan kompetensi guru dalam pembelajaran daring di masa pandemi meningkat.

Ketua Penyelenggara sekaligus Sekretaris PGRI Kabupaten Demak H Sapon menjelaskan, pengembangan profesi bagi guru merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan bersinambungan dalam menjalankan tugas profesionalnya. Sehingga berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran.

Maka menjadi tantangan saat ini adalah upaya guru meningkatkan kompetensi di tengah keterbatasan karena pandemi. Sehubungan itu PGRI terketuk hati untuk menfasilitasi, agar guru mampu meningkatkan kompetensi dalam kegiatan pembelajaran.

“Diklat diikuti 32 peserta utusan dari 16 cabang dinas. Instruktur adalah beberapa guru yang memiliki keahlian dibidang IT dengan kualifikasi nasional dan internasional. Setelah mengikuti diklat pembelajaran berbasis IT, diharapkan kompetensi guru dalam pembelajaran daring di masa pandemi meningkat,” kata Sapon, Selasa (15/9/2020).

Di sisi lain, Bupati HM Natsir menyampaikan, guru adalah tempat bertanya. Maka itu guru harus selalu update dan menguasai multi ilmu.

Sebab seiring perkembangan teknologi, masyarakat utamanya anak-anak (didik) diyakini semakin pintar. Guru yang termasyur sebagai orang berilmu dan tempat bertanya, tentunya harus lebih pintar.

“Caranya? Guru harus selalu mengupdate ilmunya. Bahkan multi ilmu. Karenanya dalam Islam guru disebut Ulul Al-Bab. Orang berakal, yang selalu berfikir dalam kondisi apa pun,” kata Bupat Natsir.

Maka diadakannya diklat IT bagi guru oleh PGRI sangat diapresiasi. Terlebih di tengah pandemi corona, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka sangat dibatasi. Sehingga penguasaan KBM dalam jaringan (daring) atau online sangat dibutuhkan.

“Saya harap para peserta ini bukan pemula, sehingga ilmu keterampilan terkait pembelajaran berbasis IT bisa segera direkam dan ditranfer atau ditularkan ke teman guru lainnya,” pungkas bupati. rie-yds

You Might Also Like

Gibran dalam Pilwakot Solo; Tertutup di DPC, Terbuka di DPP
Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Masih Tetap
Pilkada Solo, Pasangan Puguh Kembalikan Formulir, Gibran Urus KTA PDIP
Banjir Luwu, BNPB Fokus Distribusi Logistik dan Evakuasi Pasien di Wilayah Terisolir
Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart di Jawa Tengah
TAGGED:bupati demakdiklat pembelajaran berbasis itpgri demak
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?