By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Layanan Imunisasi di Posyandu
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Layanan Imunisasi di Posyandu

Last updated: 25 Oktober 2020 11:00 11:00
Jatengdaily.com
Published: 25 Oktober 2020 11:00
Share
Mahasiswa KKN UIN Walisongo berpartisipasi membantu pelayanan posyandu di Mranggen Demak. Foto: dok
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang, yang mengabdi di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak ikut serta untuk membantu pelaksanaan posyandu imunisasi campak rubella. Imunisasi Vaksin campak rubella merupakan imunisasi untuk mencegah penyakit campak.

Imunisasi ini bertempat di Kantor Kelurahan Desa Kembangarum Kecamatan Mranggen Kabupaten , Demak, Senin (19/10/2020). Kegiatan posyandu dilakukan rutin setiap satu sebulan sekali oleh pihak posyandu untuk mengimunisasi kepada balita setempat.

Any Kurniawati, bidan Desa Kembangarum menjelaskan sebelum adanya pandemi terdapat 8 posyandu yang tersebar di desa Kembangarum, dengan nama posyandu Arumsari. Namun karena adanya pandemi maka sementara posyandu dialihkan bertempat di Balai Desa agar menghindari kerumunan.

” Posyandu dilaksanakan sebulan sekali, nah ini kan masa pandemi jadi dipusatkan di balai desa, ” terangnya

Selain itu, Kholifah selaku bidan desa yang ditemui saat pelaksanaan posyandu mengungkapkan imunisasi campak ini diperuntukkan untuk balita berusia 9 bulan dan usia 18-2 tahun. Imunisasi yang diberikan antara lain untuk bayi setelah lahir diberikan hepatitis nol selanjutnya usia 1 bulan BCG dan Polio satu, usia 2 bulan DPT 1-hepatitis- HIB-Polio 2, Usia 3 bulan DPT 2, lalu untuk usia 4 bulan DPT 3 dan untuk usia 5 bulan PIP, setelah itu untuk usia 9 bulan Campak, pada jeda waktu usia 18 bulan DPT lanjutan, dan terakhir usia 19 bulan atau 2 tahun boleh ke campak setelah itu selesai.

“Ada jangka waktunya jadi tidak pasti diberikan di usia 19 bulan, jika di usia 19 bulan sehat, boleh diberikan diusia 19 bulan namun jika diusia minimal tersebut sakit, maka boleh mundur yang penting diberikan sebelum usia 36 bulan,” pungkasnya.
Penulis: Shinta/Rohma/Rizka-yds

You Might Also Like

AI Center Pertama Indonesia Resmi Dibuka
Pelaku Asusila Anak di Demak Ditangkap, Ternyata Sudah Dilakukan Sejak Tahun 2020
Denny Cak Nan dan NDX Aka Meriahkan Pesta Rakyat Bhayangkara pada 17 Juli
Hujan Abu Landa Puluhan Desa di Kabupaten Magelang
Dukung Pengembangan Kualitas SDM, Telkom Luncurkan DigiCampus
TAGGED:kabupaten demakkkn uin walisongolayanan posyandu
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?