SLAWI (Jatengdaily.com) – Mahasiswa KKN Walisongo Kelompok 115 bersama Laeli Nur Afifatun Nisa sejumlah dengan 8 anggota ikut serta membantu Panitia E-Warung PKH, dalam menjalankan program penyaluran bantuan sosial non tunai (E-warung) di Desa Slawi Kulon, Kabupaten Tegal. E-warung (Elektronik Warung Gotong Royong) ini adalah bantuan sembako yang berasal dari Kementerian Sosial.
Cara melakukan transaksi jual beli di E-warung tersebut juga dibilang sudah sangat canggih dikarenakan menggunakan mesin edisi. Kemensos juga sudah bekerja sama dengan Perbankkan.
Ketua E-warung Berdikari 2 Slawi Kulon Ibu Ninik Dwi Astianti, mengatakan, sekarang semua bantuan yang didapat dari pusat menggunakan sistem Perbankkan. “Di Kabupaten Tegal sendiri kita bekerja sama dengan Bank BNI. KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang mendapatkan sembako ini dibuatkan oleh Bank BNI berupa Rekening. Jadi mereka melakukan transaksi sembako ini meggunakan atm dengan menggunakan kuota atm sebanyak Rp. 200.000,” tambahnya.
Kuota yang di dapat oleh KPM ini tidak berupa tunai. Akan tetapi berupa kuota non tunai yang hanya bisa digunakan untuk berbelanja di E-warung.
“Kuota yang ditransfer oleh Pusat kepada setiap KPM sebesar Rp 200.000. Jadi kalau di cek ke ATM itu tidak akan muncul jumlah nominal uangnya, tetapi jika kartunya dicek menggunakan mesin edisi nanti akan kelihatan besar nominal kuotanya yaitu ada Rp. 200.000. Kemudian akan ditukarkan dengan beras, ayam, telur, sayur 4 buah. Kemudian biasanya kita kasih tambahan berupa bawang, tahu, dan kacang-kacangan,” imbuh Ninik.
Sembako yang dijual oleh E-warung ini adalah bahan makanan yang harus mengandung karbohidrat, protein hewani dan juga protein nabati.
Akan tetapi bentuk sembako yang disalurkan kepada KPM di setiap E-warung yang ada di Kabupaten Tegal ini pastinya akan berbeda. Ada yang macamnya hanya beras dan telur, dan ada yang berupa sembako lainnya, yang penting adalah sembako ini nominalnya harus Rp 200.000, karena jatah kuota yang di didapat oleh masin-masing KPM adalah Rp. 200.000 per bulan.
Penulis: Laeli Nur Afifatun Nisa-yds


