By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Reading: Universitas Islam Jangan Hanya Nama dan Simbol
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Universitas Islam Jangan Hanya Nama dan Simbol

Jatengdaily.com
Published: 26 Oktober 2020 17:22
Share
Ulama Adian Husaini. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Universitas merupakan tempat ideal untuk melahirkan manusia yang baik, yang sholeh, dan bukan sekedar mencetak tukang.

Hal itu disampaikan Ulama terkenal Tanah Air, Dr Adian Husaini dalam forum gruf diskusi di kampus Unissula yang dihelat secara daring, Senin (26/10/2020).  Lebih lanjut ia menyerukan jangan sampai universitas hanya mencetak para tukang dan menjadi tempat training. “Fakultas Kedokteran seharusnya tempat mendidik para mahasiswa menjadi orang sholeh, menjadi ulama yang punya skill dokter demikian juga dengan fakultas fakultas lainnya”, ungkap Adian.

Lembaga pendidikan Islam harus serius untuk memperbaiki diri dan bersungguh sungguh dalam berjuang di dunia pendidikan. “Kalau lembaga dakwah ya harus sesuai namanya harus berdakwah jangan hanya namanya saja apalagi kalau sudah menggunakan nama dan simbol simbol Islam”, ujarnya. 

Adian menyebut sebuah universitas seharusnya merupakan gambaran dari manusia universal atau insan kamil. Secara sederhananya insan kamil ialah seseorang yang sanggup menampakkan sifat sifat ketuhanan dalam perilakuknya dan betul betul menghayati kesatuan esensialnya dengan wujud ilahiah tanpa harus kehilangan identitasnya sebagai seorang hamba dan mahluk- Nya. 

Lebih lanjut ia mengingatkan amanah Undang Undang Dasar 45 pasal 31 ayat C yaitu Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlaq mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan Undang Undang.

Untuk mewujudkannya maka sangat penting mengkedepankan konsep pendidikan Islam yang ia sebut dengan tiga prinsip yakni dahulukan adab sebelum ilmu, utamakan ilmu yang fardhu ain, serta pilih ilmu fardhu kifayah yang tepat.

Dalam kesempatan itu Adian  tak lupa mengutif penelitian Prof Satrio Sumantri Brojonegoro bahwa tantangan untuk meningkatkan SDM Indonesia tidaklah mudah. Secara umum 92% manusia Indonesia sangat lemah dalam membaca, 90% lemah dalam menulis, 84% lemah dalam etos kerja, 83% lemah dalam komunikasi, dan 82% lemah dalam kerjasama tim. she

You Might Also Like

Jaga Keharmonisan dengan Tabayyun
Penerbangan Asal Indonesia Belum Diizinkan Masuk Saudi, Ibadah Haji Tertunda
Ziva Meriahkan Ultah Satu Tahun Queen City Mall
Masa Kampanye, Bawaslu Jateng Temukan 16 Pelanggaran Protokol Kesehatan
Tim Patroli Panduan Jalan Tol Saat akan Diterjunkan Saat Mudik Lebaran
TAGGED:ulama adian husaini
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?