TEGAL (Jatengdaily.com) – Divisi keilmuan kelompok 115 Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah 75 Universitas Islam Negeri Walisongo (KKN RDR 75 UIN Walisongo) mengadakan kunjungan ke budi daya maggot di Desa Kalisapu, Kabupaten Tegal Minggu (1/11/2020)
Darmono, selaku perintis budi daya maggot di Desa Kalisapu menyatakan bahwa sampah organik merupakan sampah yang paling bermasalah.
“Sampah organik kan paling bermasalah, dibiarkan 1-2 hari sudah timbul baunya dan lalatnya itu. Dan setelah ada maggot semua terselesaikan, bahkan sampah yang tadinya bingung mau dibuang ke mana, sekarang malah jadi berkah dan jadi peluang usaha sendiri. Konsep kita kan mengolah sampah jadi berkah,” tuturnya.
Darmono juga menjelaskan mengenai budi daya maggot mulai dari siklusnya sampai proses panennya. Awal mula dia merintis budi daya ini dirangkul oleh kelompok BSF Tegal dan digandeng oleh Hj. Bariroh, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
“Maggot ini merupakan hewan yang sangat efektif dalam mengurai sampah organik. Di mana dia akan menghabiskan semuanya dengan cara menghisap cairan yang terdapat di dalam sampah organik menggunakan pipetnya. Setelah diteliti ternyata maggot memiliki kandungan protein yang sangat tinggi mencapai 55 % dan sangat baik untuk pakan lele, pakan ayam, dan pakan burung. Selain itu sisa sampah organik yang sudah kering hasil penguraian ini juga bisa dijadikan pupuk dan bagus sekali untuk tanaman,” tambahnya.
Darmono mengungkapkan untuk mengawali program budi daya maggot ini perlu adanya sosialisasi terlebih dahulu mengenai pentingnya menjaga lingkungan agar tumbuh kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Setiap rumah sudah bisa memilah sampah organik dan non organik, itu saja sudah termasuk bangus banget,” jelasnya.
Salah satu anggota divisi keilmuan, Farida menyatakan tujuan mengadakan kunjungan ke budi daya maggot untuk melihat langsung bagaimana proses budi daya tersebut sekaligus mini riset mengenai teologi lingkungan melalui bank sampah. Mengingat budi daya maggot ini merupakan salah satu program dari bank sampah (sampah organik) yang sudah berjalan di desa-desa tertentu di Kabupaten Tegal.
Penulis: Farida Fasha-yds

