By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sekolah Tatap Muka, Pemerintah Harus Adakan Swab
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sekolah Tatap Muka, Pemerintah Harus Adakan Swab

Last updated: 5 November 2020 20:14 20:14
Jatengdaily.com
Published: 5 November 2020 20:14
Share
Yudi Indras Wien Indarto
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily,com) -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan uji coba sekolah tatap muka di beberapa sekolah. Namun, dari catatan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, standar protokol kesehatan mesti ditingkatkan.

 Kekhawatiran itu memang beralasan seiring dengan masih meningkatnya jumlah kasus Covid 19 di Jawa Tengah. Dari pantauan yang ia lakukan, sekolah yang telah melakukan uj coba pembelajaran tatap muka memang telah menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun, jaga jarak dan wajib mengenakan masker. Namun hal itu saja dirasa tak cukup.

 “Rata-rata anak dan usia muda itu kan imun tubuhnya bagus. Bisa jadi terpapar (Covid 19) namun asymptomatic. Terpapar Covid 19, namun tidak menimbulkan gejala apa-apa-apa tapi mereka bisa menularkan ke orang lain,’’ kata Yudi, Kamis (5/11/2020).

 Untuk itu, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah ini mendesak pemerintah untuk meningkatkan protokol kesehatan dengan melaksanakan rapid test dan swab bagi siswa maupun guru di sekolah yang telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

“Hal ini penting. Kelihatanya siswa baik-baik saja, tapi bisa jadi yang terpapar malah keluarganya di rumah. Sebagai antisipasi, swab dan rapid test ini mesti dilakukan dan kontinyu. Hal ini mesti diperhatikan oleh Pak Gubernur,” ujarnya.

 Langkah yang mesti ditempuh adalah sekolah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Perihal anggaran, lanjutnya, bisa saja diambilkan dari dana BOS. Karena kebutuhan Rapid Test maupun swab tersebut bisa masuk dalam instrumen penyelenggaraan pendidikan.

 Swab maupun Rapid test memang tidak harus dilakukan tiap hari, namun ditandaskannya mesti kontinyu. Semisal sepekan sekali atau dua pekan sekali. Jika ada anak yang hasil tes nya reaktif atau bahkan positif maka mesti dilakukan penanganan kesehatan dan pencegahan penularan.

 Berdasarkan data dari corona.jatengprov.go.id, jumlah kasus Covid 19 di Jawa Tengah per 5 November ini mencapai 38.227 kasus. Sebanyak 3.687 orang dirawat di rumah sakit, 2.711 orang meninggal dan 31.829 orang sembuh. Sementara angka suspek mencapai 4.250 kasus.

 Melihat angka itu, Yudi tetap meyakini pembelajaran daring masih menjadi opsi terbaik. Pembelajaran tatap muka bisa mulai dilakukan setelah pemerintah pusat menyediakan vaksin. Sehingga tidak akan terjadi penyebaran Covid melalui klaster sekolah. st

You Might Also Like

Jelang PON XX Papua, Pemerintah Siapkan Sejumlah Fasilitas Pelengkap
Telkom Dukung Sertifikasi Halal 497 UMKM Binaan
Meriahkan 195 Tahun Wonosobo, Diskominfo Persembahkan Drama “Sirnaning Memala”
Akun-akun Palsu Ikut Meramaikan Tagar #AnsorBersamaMardani di Twitter
Sadranan di Ngijo Gunungpati Semarang, Potong 49 Kambing
TAGGED:COVID-19Gerindrasekolah tatap mukaswab
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?