By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Belum Zona Hijau, Pembelajaran Tatap Muka di Pati Ditunda
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Belum Zona Hijau, Pembelajaran Tatap Muka di Pati Ditunda

Last updated: 14 November 2020 16:40 16:40
Jatengdaily.com
Published: 14 November 2020 16:40
Share
Ilustrasi. Foto: rie
SHARE

PATI (Jatengdaily.com)– Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Pati masih belum dilakukan. Pasalnya, wilayah kabupaten tersebut masih ada kasus Covid-19 atau belum zona hijau.

Dikatakan, pihaknya terus berupaya maksimal dalam memutus rantai penularan virus Corona. Fokusnya, pada klaster pondok pesantren, gereja, pasar umum, serta lingkungan pendidikan baik formal maupun nonformal.

Khusus untuk lingkungan pendidikan, imbuhnya, pembelajaran tatap muka  sementara ditunda karena Pati belum masuk zona hijau. Untuk membuka pembelajaran tatap muka, harus melalui izin yang ketat. Sementara, dalam memutus penularan Covid-19 di tempat ibadah, pihaknya memberlakukan protokol kesehatan ketat, dengan pembatasan jumlah jemaat yg hadir. Jika dimungkinkan, bisa dilakukan secara streaming.

“Hal seperti ini memang perlu diingatkan kepada masyarakat, karena sekarang ini masyarakat justru semakin lama malah semakin menyepelekan Covid-19. Sehingga akhirnya bukan hanya berdampak kepada masyarakat, tetapi juga berdampak pada tugas para dokter dan tenaga medis yang semakin berat,” jelas bupati, dalam siaran persnya, Sabtu (14/11/2020).

Dalam kesempatan itu  Haryanto mengapresiasi kinerja dari para direktur dan tenaga medis di RS negeri maupun swasta, atas usaha keras mereka dalam penanganan kasus Covid-19. Pihaknya juga akan berupaya memaksimalkan laboratorium PCR, dengan memperbanyak pemeriksaan sampel untuk mendeteksi virus tersebut.

​“Kita tetap memaksimalkan terutama terkait lab PCR tersebut, yaitu dengan cara meningkatkan lebih banyak jumlah sampel agar dapat ditangani di lab PCR ini. Sehingga, dana yang kita keluarkan untuk lab PCR ini tidak sia-sia dan dapat dipergunakan semaksimal mungkin,” tandas bupati. She

You Might Also Like

ITB Semarang Dukung Pemerintah lewat KIP Kuliah
Kelurahan Pudakpayung Masuk 5 Besar Kelurahan Berprestasi Nasional
Tol Solo-Yogya dan Bawen-Yogya Dilelang Tahun Ini
Wali Kota Semarang Dorong Perluasan Sertifikasi Durian Lokal Unggulan
DPRD Jateng Apresiasi Kaum Muda Mau Belajar Seni dan Budaya
TAGGED:pembelajaran tatap muka di pati ditunda
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?