By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Harga Kedelai Naik, Ukuran Tempe dan Tahu Jadi Kecil
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Harga Kedelai Naik, Ukuran Tempe dan Tahu Jadi Kecil

Last updated: 2 Januari 2021 18:33 18:33
Jatengdaily.com
Published: 2 Januari 2021 17:01
Share
Kedelai. Foto: Litbang Kemendagri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Meski harga tempe di Kota Semarang tidak naik, namun besarnya berkurang. Dalam artian, besarnya tempe agak tipis. Hal ini, menyusul naiknya harga kedelai di pasaran.

‘’Tempenya sekarang agak kecil, sebab harga kedelainya katanya mahal,’’ kata Dai, penjual belanjaan yang biasa mangkal di Perumahan Tulus Harapan Semarang.

Harga tahu pun begitu, masih relatif belum naik, biasanya di pasaran dijual Rp 3.500 per bungkus, isi lima tahu.

Bahkan di sejumlah kota lain, pengrajin tahu dan tempe mogok tidak mau beroperasi, jadilah tahu dan tempe menghilang di pasaran.

Namun, sepertinya pengrajin tahu dan tempe mengurangi ukuran tahu dan tempe, menyikapi kenaikan kedelai di pasaran. Harga kedelai impor akhir-akhir ini mencapai Rp 9.000 per kg sedangkan kedelai lokal, Rp 9.500 per kg, hal ini juga masih terjadi pada Sabtu (2/1/2021).

Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah pengrajin tahu dan tempe di Kota Semarang dan kota lainnya.  Pengrajin tempe dan tahu harus menghadapi kenyataan harga kedelai yang melonjak tidak karuan. Padahal biasanya harga normal Rp. 6.500 – Rp 7.000 per kg.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia Aip Syarifuddin kepada wartawan mengatakan,  pihaknya akan  bertemu langsung dengan Menteri Perdagangan M Lutfi untuk menyelesaikan masalah ini.

Dijadwalkan petemuan akan berlangsung pada 6 januari mendatang. Termasuk pihaknya minta diundangkan importir kedelai, untuk mengetahui mengapa kedelai harganya naik. she

You Might Also Like

Suguhkan Jutaan Buku, Big Bad Wolf Books Ajak Masyarakat Semarang Gemar Membaca
Kontes Batu Piala Gubernur Berjalan Sukses, Paguyuban Semar Bersatu Siapkan Event Lagi
Bupati Tutup Pemalang Expo 2020
Sebulan di Pengungsian, Warga Karanganyar Demak Kembali ke Rumah
NU Peduli Jateng Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir
TAGGED:kedelai naiktahu dan tempe
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?