By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Banjir Pekalongan Surut, Penyebab Sungai Gabus Meluap Dicek
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Banjir Pekalongan Surut, Penyebab Sungai Gabus Meluap Dicek

Last updated: 21 Januari 2021 12:59 12:59
Jatengdaily.com
Published: 21 Januari 2021 12:59
Share
Banjir Kota Pekalongan yang sempat merendam ribuan rumah sudah mulai surut. Foto: dok.bnpb
SHARE

PEKALONGAN (Jatengdaily.com) – Banjir yang melanda Kota Pekalongan berangsur surut. Para pengungsi telah kembali pulang ke rumah masing-masing pascabanjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang terjadi pada Selasa (19/1/2021) pukul 01.00 WIB lalu.

Banjir dengan tinggi muka air mencapai 120 sentimeter terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Gabus yang berdampak pada tiga kecamatan, antara lain Kecamatan Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan melaporkan sebanyak 12.065 unit rumah terendam dan 191 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut.

“BPBD Kota Pekalongan melakukan kaji cepat bersama TNI/Polri, masyarakat dan relawan untuk melakukan pendataan guna melakukan evakuasi terhadap korban terdampak bencana. Selain itu dilakukan juga monitoring dan pengecekan penyebab terjadi meluapnya Sungai Gabus,” tambahnya.

Sedangkan dalam hal pengecekan kesehatan, BPBD Kota Pekalongan dibantu oleh DINKES, PMI dan DOKKES POLRI. Tentunya pemenuhan layanan kesehatan kepada para pengungsi dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Selain itu, BPBD Pekalongan berkoordinasi dengan DinsosP2KB dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik pengungsi.

Berdasarkan analisa InaRisk, Kota Pekalongan memiliki risiko bencana banjir tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada empat kecamatan dan 291.802 jiwa terpapar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau Kota Pekalongan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk. yds

You Might Also Like

Korlantas akan Tambah Reflector dan Siagakan Petugas di Contraflow Saat Arus Balik Balik
PSIS Teken Kerja Sama untuk Jalankan Protokol Kesehatan
Dua Kali Gempa Guncang Kabupaten Bandung, Ini Dampaknya
Roadshow Pertamina Grand Prix (GP) of Indonesia 2023, Ajak Warga Semarang Rasakan Pengalaman jadi Pembalap MotoGP
Puncak Penghujan November-Desember 2025, Masyarakat Diminta Waspada
TAGGED:Banjir PekalonganbnpbBPBD Kota PekalonganSungai Gabus
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?