By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Waduk Pidekso Wonogiri Dirancang Tahan Gempa Hingga 8 SR
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Waduk Pidekso Wonogiri Dirancang Tahan Gempa Hingga 8 SR

Last updated: 18 Februari 2021 17:22 17:22
Jatengdaily.com
Published: 18 Februari 2021 17:22
Share
Pembangunan Waduk Pidekso Wonogiri. Foto: humas Pemkab Wonogiri
SHARE

WONOGIRI (Jatengdaily.com)– Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengklaim Waduk Pidekso yang dibangun di wilayah Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, dirancang tahan gempa hingga kekuatan delapan skala Richter (SR). Waduk tersebut juga tahan terhadap berbagai bencana.

Kasi Bendungan BBWS Bengawan Solo, Khoirul Murod, mengatakan, konstruksi bendungan sudah didesain dan diperhitungkan untuk menahan kondisi yang bisa memicu terjadinya bencana, dan diperkirakan mampu bertahan hingga 50 tahun.

“Selain itu, bendungan tersebut juga dirancang dengan konstruksi yang mampu bertahan meskipun diguncang gempa bumi hingga delapan SR. Apabila terjadi gempa bumi, petugas akan segera memeriksa apakah ada keretakan pada badan bendungan. Jika ada segera dilakukan perbaikan,” katanya.

Meski begitu, BBWS Bengawan Solo tetap menyusun Rencana Tindak Darurat (RTD) di Desa Pidekso. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan.

Khoirul mengatakan ada beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya bencana di bendungan Pidekso, antara lain hujan badai, gempa bumi, puting beliung, dan sabotase. Sebagai bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan, masyarakat diminta ikut serta dalam mengamankan bendungan.

“Warga diminta melapor kepada petugas jika melihat hal-hal yang mencurigakan, seperti terjadinya rembesan atau amblesan pada tubuh bendungan dan naiknya air tanah. Masyarakat juga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mendukung penghijauan dan tidak membuang sampah di sungai dan waduk,” imbuhnya.

Khoirul membeberkan, hingga akhir Desember 2020 lalu, progres pembangunan Waduk Pidekso sudah mencapai 80 persen. Ditargetkan, bendungan itu selesai pada 2021 ini. Waduk Pidekso dirancang supaya bisa mengaliri saluran irigasi untuk 1.500 hektare lahan, menyuplai 300 liter per detik air baku, mereduksi banjir 261,2 m3 per detik, serta konservasi tanah dan kawasan pariwisata. she

You Might Also Like

Oktober Rekrutmen CPNS 2019, DPR Minta Prosesnya Dievaluasi
Tingkatkan Daya Saing Dengan Aplikasi K-ERIS, Sekda Jateng Dukung Kelola Kasda
16 Top of Our Favorite Outdoor Clothing Brands (Demo)
Tindaklanjuti Instruksi DPP PDIP, Mbak Ita ‘Gercep’ Tempel Stiker Capres Ganjar Pranowo ke Rumah Warga
Indonesia Tipitaka Chanting di Borobudur Kuatkan Kerukunan Umat Buddha
TAGGED:Waduk Pidekso Wonogiri
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?