By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dokumen Kependudukan Korban Banjir di Jateng yang Hilang, Terbanyak KK dan KTP
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dokumen Kependudukan Korban Banjir di Jateng yang Hilang, Terbanyak KK dan KTP

Last updated: 24 Februari 2021 12:45 12:45
Jatengdaily.com
Published: 24 Februari 2021 12:45
Share
Ilustrasi.Pengungsi banjir di Kudus beberapa hari lalu. Foto: dok.bnpb
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jateng mencatat proses pembaruan dokumen kependudukan korban banjir yang berada di enam kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berdasarkan data per 22 Februari 2021 paling banyak yakni KK dan E-KTP.

“KK ada 18.370, KTP elektronik ada 3.497 itu tersebar di kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak dan Kabupaten Batang. Sedangkan dokumen lain sifatnya dinamis artinya masih bisa bergerak sewaktu-waktu,” kata Kepala Dispermadescapil Jateng, Sugeng Riyanto saat dikonfirmasi, Rabu (24/2/2021).

Dia menyebut terdapat 18.370 kartu keluarga yang sudah dicetak ulang. Kemudian sisanya sudah didistribusikan ke setiap desa dan kelurahan.

“Ada 13.585 lembar sudah didistribusikan ke setiap desa dan kelurahan. Lalu sekitar 5.805 lembar KK saat ini telah diterima warga yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Terkait data pembaharuan paling banyak mencakup wilayah mana saja, dia enggan menjelaskan lebih detail. Namun saat ini pihaknya lebih melakukan pelayanan terhadap masyarakat, dan mencetak pembaharuan dokumen akta kelahiran akibat hilang atau rusak.

“Ada 1.197 lembar akta lahir dan sudah diserahkan kepada penduduk. Sedangkan akta kematian yang sudah dicetak dan diterima penduduk sebanyak 150 lembar,” jelasnya.

Untuk percepatan, pihaknya menerjunkan tim melakukan jemput bola. Mereka semua disebar di beberapa wilayah untuk mendatangi rumah-rumah warga karena sibuk membersihkan rumah yang kebanjiran.

“Kami libatkan Disdukcapil pusat, provinsi dan kabupten kota. Tujuannya kita keroyok agar bisa cepat selesaikan administrasi kependudukan,” ungkapnya.

Pihaknya menyarankan kepada warga yang kehilangan e-KTP maupun kartu keluarga (KK) akibat bencana banjir agar secepatnya memproses surat kehilangan di kantor Discapil setempat.

“Kalau e-KTP hilang cukup bawa surat kehilangan dari kantor kepolisian setempat. Bisa lewat Polres maupun Polsek. Kalau korban banjir datang saja ke layanan keliling Dukcapil. Yang penting bisa dilacak nomor KK dan NIK-nya,” ungkap dia. adri-yds

You Might Also Like

Pendaki Gunung Muria Kudus Ditemukan Meninggal, Jatuh ke Jurang Saat Foto
Sumbar Mulai Pulih, Pemerintah Fokus Buka Akses dan Pulihkan Infrastruktur
Langkah Gojek Fokus pada Layanan Utama, Dianggap oleh Pengamat Tepat
Ramadhan, PLN Tingkatkan Keandalan Pasokan Listrik Melalui Program Zero Row Kritis
Asean Para Games 2022 Digelar di Solo, Menpora Sebut Semua Persiapan Berjalan Baik
TAGGED:dokumen kependudukanjawa tengahkorban banjirKTP KK hilang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?