By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Guru PAI Dituntut Kuasai Konsep 4C
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Guru PAI Dituntut Kuasai Konsep 4C

Last updated: 12 April 2021 11:37 11:37
Jatengdaily.com
Published: 12 April 2021 11:37
Share
Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kemenag Kabupaten Demak, Azhar Wibowo saat membuka acara Workshop peningkatan kompetensi GPAI angkatan ke-4 dengan tema Lesson Plan (Lengkap) yang berlangsung di Aula SMP Negeri 3 Demak. Foto:dok
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) harus memahami konsep 4C di era industri 4.0. 4C yang dimaksud adalah critical thingking, creatif dan innovatif, communication, collaboration. Demikian disampaikan Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kemenag Kabupaten Demak, Azhar Wibowo saat membuka acara Workshop peningkatan kompetensi GPAI angkatan ke-4 dengan tema Lesson Plan (Lengkap) yang berlangsung di Aula SMP Negeri 3 Demak.

“GPAI Kabupaten Demak harus memahami konsep 4C di era industri 4.0. 4C adalah critical thingking, creatif dan innovatif, communication, collaboration,” ungkap Azhar.

Melatih peseta didik untuk berifikir kritis, kreatif dan inovatif, komunikatif serta kolaboratif sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran di era milenial ini. Maka guru PAI jangan sampai ketinggalan dengan muridnya, meskipun gurunya lahir di era kolonial sementara muridnya lahir di era milenial. Pria yang sangat tegas dalam mengambil keputusan ini juga berharap agar Guru PAI dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai guru, apalagi sebagai guru PAI, demikian imbuhnya.

Dalam Kegiatan tersebut selain dihadiri Kasi PAI Kemenag Kab. Demak H. Azhar Wibowo, M.Si, juga hadir Pengawas PAI Kab. Demak Endah Sulistyowati, S.Ag, M.Pd.I. dan Pembina MGMP PAI SMP Kab. Demak Mushonef, SAg, MPdI.

Sementara itu Mushonef selaku Pembina MGMP PAI SMP Kabupaten Demak memberikan wacana mengenai pendidikan berdeferensiasi.

“Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Namun demikian, pembelajaran berdiferensiasi bukanlah berarti bahwa guru harus mengajar dengan 32 cara yang berbeda untuk mengajar 32 orang murid.,” terang Muhsonef.

Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus, dimana guru harus berlari ke sana kemari.

“Guru tentunya bukanlah malaikat bersayap atau superman yang bisa ke sana kemari untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu dan memecahkan semua permasalahan,” ungkap Kepala Sekolah SMPN 2 Mijen ini.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.

“Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya,” jelas Mushonef.

Kegiatan ini diisi oleh pemateri Endah Sulistiyowati selaku Pengawasi PAI SMP di Kabupaten Demak. Saat mengisi materi didahului dengan permainan menarik yang membuat guru-guru PAI semangat dan penuh canda tawa. Suasana santai dan relaks tersebut membangkitkan minat peserta workshop dalam mengikuti materi Lesson Plan.

Pengawas PAI tersebut mengupas tuntas tentang substansi RPP. Menerangkan secara detail tahap demi tahap dalam penyusunan perangkat pembelajaran, mulai dari kaldik, minggu efektif, prota, promes, KKM, silabus dan rpp k-13 sesuai permen 22/2016 dan Surat edaran no 14/2019.

Kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Bagi Guru PAI SMP Kabupaten Demak angkatan ke-4 dengan tema Lesson Plan ini mengakhiri serangkaian kegiatan workshop yang dilakukan oleh Pengurus MGMP PAI SMP Kabupaten Demak di Semeter 2 Tahun Pelajaran 2020/2021. Diharapkan selain sebagai bekal dalam kegiatan pembelajaran di tahun pelajaran ini, juga sebagai persiapan di tahun pelajaran 2021/2022. Harpannya seluruh Guru PAI SMP di Kabupaten Demak telah siap melaksanakn tugas pokok dan fungsinya. st

You Might Also Like

Obat Herbal Indonesia Dikenal di Luar Negeri, Didorong Terus Pengembangannya
Kecelakaan Bus di Gunung Pegat Wonogiri, 8 Orang Tewas
Pasar Raya 2025 Resmi Dibuka di TBJT Surakarta, Libatkan Ratusan Seniman
Pemudik ke Jateng Paling Banyak, Diprediksi Capai 23,5 Juta Orang
Pemkot Semarang Tidak Adakan Open House
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?