Rektor Untag Semarang: Bonus Demografi Peluang Tingkatkan Kualitas SDM

3 Min Read
Webinar 'Mewujudkan Indonesia Emas 2045' digelar Untag Semarang. Foto: adri

SEMARANG (jatengdaily.com) –Rektor Untag Semarang, Prof Suparno menyampaikan, bonus demografi di 2010 sampai 2025 merupakan populasi usia produktif paling besar sepanjang berdirinya Indonesia.

“Ini adalah peluang untuk meningkatkan kualitas dan produktivas SDM usia produktif yang berlimpah dalam menghadapi pasar bebas tenaga kerja. Bonus demografi dapat memanfaatkan celah peluang atau jendela demografi. Oleh karena itu, peran dunia pendidikan sangatlah penting,” kata Prof Suparno dalam Webinar Nasional yang digelar Program Studi Hukum Program Doktor Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang dengan tema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” Rabu (14/4/2021).

Dia menyampaikan terkait sumber daya manusia unggul menurut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Beberapa di antaranya, mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan masyarakat. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab penuh kesungguhan.

“Berdedikasi komitmen dan berinovasi. Mempunyai jiwa toleran. Berkarya bagi masyarakat. Dan ciri SDM Unggul secara umum antara lain, memiliki keunggulan spesifik, mempunyai value, beradaptasi cepat, produktif, efektif efisien, mampu mengidentifikasi peluang, panutan dan sumber solusi,” imbuhnya.

Ilmu pengetahuan dan agama, lanjutnya, juga merupakan hal penting yang dibutuhkan dalam rangka SDM yang unggul. Menurutnya keduanya bersumber dari Tuhan YME. Kedua hal ini akan saling melengkapi dna menyempurnakan.

“Lalu memberikan pemahaman dari rujukan yang utuh, menyeluruh, dan terpadu, tidak akan saling bertentangan. Dan yang terakhir, pengetahuan tanpa agama jadi hampa dan agama tanpa pengetahuan jadi mati,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Lemhanas RI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo menyampaikan materi berjudul “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Aspek Pembangunan Sumber Daya Manusia”.

Dalam paparannya, ada beberapa kualifikasi generasi emas dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Seperti Harus bisa menjaga empat konsensus dasar kebangsaan. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan ruh dalam sesanti Bhineka Tunggal Ika.

“Lalu manusia paripurna sehat jiwa dan raga. Dan memiliki keahlian dan prefosionalisme untuk beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” ucapnya.

Sementara itu, tranformasi yang dibutuhkan dalam menyambut Indonesia Emas yakni pemberantasan korupsi, penerapan meritokrasi, melakukan reformasi hukum dan efektifitas penegakan hukum.

“Pencegahan tindakan ekstremisme dengan kekerasan, upaya mengatasi terorisme, upaya mengatasi bahaya narkotika, mendorong laju pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kualitas SDM,” kata dia. adri-yds

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.