By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Hewan Kurban Wajib Dilampiri SKKH
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hewan Kurban Wajib Dilampiri SKKH

Last updated: 19 Juni 2021 10:48 10:48
Jatengdaily.com
Published: 19 Juni 2021 10:48
Share
Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir menjadi pembicara dalam diskusi radio Parlemen Topic di Sukoharjo. Foto:dok humas
SHARE

SUKOHARJO (Jatengdaily.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng bersama kabupaten/kota diminta tetap memperketat pemantauan hewan ternak terutama dari luar daerah. Selama masa pandemi Covid-19 pun pedagang ternak juga diharapkan tak luput dari pemantauan. Hal tersebut mengemuka dalam dialog radio “Dialog Parlemen Prime Topic : Jiwa Berkurban di Tengah Pandemi” di Best Western Premiere Hotel, Sukoharjo (18/6/2021).

Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir dalam kesempatan itu mengemukakan, pentingnya pemantauan supaya kesehatan hewan kurban (sapi, kerbau, kambing, domba) tetap terjaga. Bahkan harus ada penegasan setiap penjual hewan kurban harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dikeluarkan instansi terkait.

Kepala Disnakkeswan Jateng Lalu Muhammad yang turut jadi pembicara turut menegaskan, sekarang ini pihaknya tengah menyiapkan sosialisasi penggunaan SKKH. Bahkan beberapa pekan sebelum Idul adha pun, bersama tim dokter hewan akan rutin turun mendatangi selter-selter atau penjual hewan guna memeriksa kesehatan hewan kurban.

Mengenai stok hewan kurban di Jateng, disebutkannya sudah lebih dari cukup. Dengan demikian tidak perlu mendatangkan dari daerah lain. Provinsi Jateng berperan dalam mendukung kebutuhan nasional akan hewan kurban terutama di wilayah Jabodetabek.

Menyinggung masalah jiwa berkurban, lanjut Quatly, Idul adha kali ini bisa menjadi peneguh mengenai arti berkurban itu sendiri. Membantu sesama terutama bagi yang terdampak Covid-19 sangatlah begitu berarti.

“Berkurban itu sesuai tuntutan syariat ada nilai hubungan antara manusia dangan Tuhan dan manusia dengan manusia. Meski hanya beberapa potong daging yang diberikan, akan memiliki nilai berarti. Demikian juga bagi yang menerima akan menjadikan kebahagiaan tersendiri,” ucapnya.

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr Syamsul Hidayat MAg menambahkan masalah kesehatan hewan merupakan syarat yang mutlak. Ia pun meminta kesehatan penjual pun perlu dicek dan protokol kesehatan tetap harus dijalankan. st

You Might Also Like

Empat Terduga Teroris Ditangkap di Tiga Daerah Jateng
Kongres Perempuan Nasional akan Digelar di Undip Semarang
Jelang Pembatasan Transportasi, Jumlah Pengguna Kereta Api Masih Stabil
Pengangkatan CASN Resmi Dipercepat, CPNS Paling Lambat Juni dan PPPK Oktober 2025
Tanggulangi Terorisme Tak Bisa Cuma Andalkan BNPT
TAGGED:'SKKHDinas Peternakandprd jatenghewan kurbanidul adha
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?