By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kudus Tambah Tempat Pemusatan Isolasi Pasien Covid-19 di UMKU
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kudus Tambah Tempat Pemusatan Isolasi Pasien Covid-19 di UMKU

Last updated: 21 Juni 2021 08:16 08:16
Jatengdaily.com
Published: 21 Juni 2021 08:16
Share
SHARE
KUDUS (Jatengdaily.com) – Kabupaten Kudus mempunyai tambahan tempat pemusatan isolasi Pasien Covid-19. Dukungan tersebut hadir dari Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dengan membuka Shelter MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center).
Gedung asrama sebagai shelter berkapasitas 16 kamar atau 32 orang telah dilengkapi sarpras yang memadai termasuk tenaga kesehatan. Bupati Kudus, Hartopo, didampingi Rektor UMKU, Rusnoto, secara simbolis telah membuka shelter tersebut di Kampus UMKU, Rabu (16/6/2021) lalu.
Hartopo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak UMKU, RS Aisyiyah, PD Muhammadiyah, Lazismu dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, pembukaan shelter tersebut sangat membantu program pemerintah daerah dalam penyediaan tempat pemusatan isolasi di dalam kota.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Kudus tentunya memberikan apresiasi sebesar-besarnya. Karena secara tidak langsung membantu kerja pemerintah daerah dalam pemusatan isolasi, khususnya pasien bergejala ringan,” tuturnya,  dilansir Senin (21/6/2021).
Usai meninjau tempat tempat isoasi, Hartopo menilai bahwa fasilitas yang disediakan sangat layak. Setiap kamar isolasi terdapat dua tepat tidur, kamar mandi dalam, tempat jemuran, dan fasilitas olahraga. Sejak hari pertama dibuka, tenaga kesehatan dari RS Aisyiyah disiagakan untuk melakukan proses screening.
“Disini komplit satu kamar ada yang 3 bed atau 2 bed semua kamar mandi dalam, dan fasliltas lainnya. Setiap mau masuk pasien akan discreening lagi dengan tenaga kesehatan yang telah disiagakan,” katanya.
Lebih lanjut, Hartopo berharap inisiatif UMKU dalam menyediakan tempat pemusatan isolasi dapat diikuti oleh universitas atau bahkan perusahaan. Pasalnya, fungsi tempat isolasi sangat penting untuk mencegah terjadinya klaster keluarga yang saat ini sedang melonjak.
“Kalau tiap universitas dan pabrik bisa seperti ini, dapat sangat membantu pemerintah daerah. Shelter ini semoga bisa menjadi contoh bagi seluruh stakeholder,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UMKU, Rusnoto, mengungkapkan bahwa pembukaan shelter didasari karena melihat tingginya angka Covid-19 di Kabupaten Kudus. Inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari pimpinan pusat Muhammadiyah. Pihaknya sepakat shelter di lingkungan Kampus UMKU siap digunakan untuk membantu pemerintah dalam tambahan tempat isolasi terpusat.
“Kami sepakat menyelenggarakan shelter di lingkungan kampus. Sebagai upaya membantu pemerintah dalam mengurangi penularan virus Covid-19. Dengan adanya shelter sebagai isolasi untuk mencegah penyebaran di klaster keluarga,” jelasnya.KUDUS – Kabupaten Kudus mempunyai tambahan tempat pemusatan isolasi Pasien Covid-19. Dukungan tersebut hadir dari Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dengan membuka Shelter MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center). Gedung asrama sebagai shelter berkapasitas 16 kamar atau 32 orang telah dilengkapi sarpras yang memadai termasuk tenaga kesehatan. Bupati Kudus, Hartopo, didampingi Rektor UMKU, Rusnoto, secara simbolis membuka shelter tersebutHartopo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak UMKU, RS Aisyiyah, PD Muhammadiyah, Lazismu dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, pembukaan shelter tersebut sangat membantu program pemerintah daerah dalam penyediaan tempat pemusatan isolasi di dalam kota.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Kudus tentunya memberikan apresiasi sebesar-besarnya. Karena secara tidak langsung membantu kerja pemerintah daerah dalam pemusatan isolasi, khususnya pasien bergejala ringan,” tuturnya.
Usai meninjau tempat tempat isoasi, Hartopo menilai bahwa fasilitas yang disediakan sangat layak. Setiap kamar isolasi terdapat dua tepat tidur, kamar mandi dalam, tempat jemuran, dan fasilitas olahraga. Sejak hari pertama dibuka, tenaga kesehatan dari RS Aisyiyah disiagakan untuk melakukan proses screening.
“Disini komplit satu kamar ada yang 3 bed atau 2 bed semua kamar mandi dalam, dan fasliltas lainnya. Setiap mau masuk pasien akan discreening lagi dengan tenaga kesehatan yang telah disiagakan,” katanya.
Lebih lanjut, Hartopo berharap inisiatif UMKU dalam menyediakan tempat pemusatan isolasi dapat diikuti oleh universitas atau bahkan perusahaan. Pasalnya, fungsi tempat isolasi sangat penting untuk mencegah terjadinya klaster keluarga yang saat ini sedang melonjak.
“Kalau tiap universitas dan pabrik bisa seperti ini, dapat sangat membantu pemerintah daerah. Shelter ini semoga bisa menjadi contoh bagi seluruh stakeholder,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UMKU, Rusnoto, mengungkapkan bahwa pembukaan shelter didasari karena melihat tingginya angka Covid-19 di Kabupaten Kudus. Inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari pimpinan pusat Muhammadiyah. Pihaknya sepakat shelter di lingkungan Kampus UMKU siap digunakan untuk membantu pemerintah dalam tambahan tempat isolasi terpusat.
“Kami sepakat menyelenggarakan shelter di lingkungan kampus. Sebagai upaya membantu pemerintah dalam mengurangi penularan virus Covid-19. Dengan adanya shelter sebagai isolasi untuk mencegah penyebaran di klaster keluarga,” jelasnya. she 

You Might Also Like

12.500 Pelari Padati Digiland Run 2025, Resmi Sandang ‘World Athletics Label’
Pemerintah Waspadai Tren Kenaikan Kasus COVID-19
Lomba Perahu Karet di Kolam Jadi Hiburan Warga
Moderasi Beragama Belum Dipahami di Tingkat Akar Rumput
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada Selasa 12 Maret 2024
TAGGED:Covid di KudusKampus UMKUKudus tambah pemusatan isolasiUMKU jadi pusat isolasi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?