By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Selamat Jalan Prof Rasdi, Sosok Sederhana yang Menginspirasi Kebaikan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Selamat Jalan Prof Rasdi, Sosok Sederhana yang Menginspirasi Kebaikan

Last updated: 11 Juni 2019 17:49 17:49
Jatengdaily.com
Published: 11 Juni 2019 17:40
Share
Almarhum Prof Rasdi. Foto: Humas Unnes
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Terakhir bertemu, tatap muka dengan Prof Dr Rasdi Eko Siswoyo MSc, beliau tetap seperti biasa, ramah menyapa. Suaranya yang khas, meninggalkan kenangan yang tak terlupakan.

Ya, kini, mantan rektor Unnes itu, telah berpulang. Dan hari ini, Selasa (11/6/2019) telah dimakamkan. Selamat jalan Prof Rasdi. Semasa hidupnya, dia pernah menjabat Rektor IKIP Negeri Semarang (Universitas Negeri Semarang atau Unnes) periode 1994-2002.

Almarhum yang kelahiran Pati 21 Juni 1946 ini meninggal dunia di usia 73 tahun pada Selasa (11/6/2019) pukul 01.10 WIB di RS Elisabeth Semarang. Selama menjadi dosen, dekan, dan kemudian rektor, ia dikenal karena persona dan kepemimpinannya yang cemerlang.

Yang tak terlupakan, adalah kalimat yang menjadi ciri khasnya, ‘Everything is okay’ – sering diucapkan dimana saja. Termasuk saat wawancara dengan almarhum. Kesannya lucu, namun tegas.

Sebagai Rektor, almarhum juga membidani untuk kemajuan universitas ketika mengawal transformasi IKIP Semarang menjadi Unnes. Transformasi itu berdampak besar hingga saat ini karena melahirkan perubahan kelembagaan, mindset, sekaligus budaya akademik.

Sebagai Rektor, ia juga menjadi inspirasi bagi dosen karena dorongan yang tiada henti agar dosen-dosen terus sekolah. Jauh sebelum pemerintah menerbitkan aturan dosen minimal S2, Prof Rasdi telah terus mendorong agar dosen terus kuliah hingga S3. Dorongan itu berpijak pada impian besarnya membawa UNNES menjadi perguruan tinggi berkelas dunia.

Seperti dikutip dari laman Unnes, almarhum adalah anak yatim piatu, ia melalui masa anak-anak dalam kehidupan yang sederhana. Sepeninggal orang tuanya, ia hidup bersama kakak perempuan dan kakak iparnya. Kondisi itulah yang melatihnya kerja keras dan kerja cerdas sejak muda.

Kecemerlangan akademik perlahan mengubah kehidupannya. Setelah menyelesaikan pendidikan S1, ia meraih besiswa S2 di Syracuse University New York, Amerika Serikat. Tak puas dengan itu, ia kemudian melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Sebagai senior dan sahabat, ia dikenal berkat kehangatan dan keakrabannya. Sebagai “bapak” bagi civitas academica, ia dikenal berkat ekspresi kasih sayangnya yang meneduhkan. Berkat kasis sayang itulah, makian “kakeane” yang sering diselorohkan tidak lagi bernilai sebagai makian, melainkan bukti keakraban.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu putra terbaik Unnes tersebut. Menurutnya, Prof Rasdi mewariskan banyak inspirasi hidup yang sangat berharga.

Selepas menjabat, beliau terus aktif memberdayakan masyarakat. Selain menjadi Ketua Dewan Pendidikan, menjadi ketua Yayasan Pendidikan Undaris, juga menjadi Ketua Asosiasi Bridge Jawa Tengah. she

You Might Also Like

Tekan Penyebaran Covid-19, Boyolali Terapkan Hari Minggu di Rumah Saja
5 Langkah Mudah Ikuti Sertifikasi di LSP PPSDM Migas
Musik Reggae di Indonesia Berkembang Pesat
Tren Morbiditas Kanker Serviks dan Payudara Meningkat, Jangan Takut Periksa
Totalitas Prilly Latuconsina di Film Danur 3, Sampai Masuk Rumah Sakit
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?