By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Saling Terkait
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Saling Terkait

Last updated: 6 Agustus 2021 18:20 18:20
Jatengdaily.com
Published: 6 Agustus 2021 18:20
Share
Webinar 'Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata dengan Vaksinasi,' yang digelar Forum Wartawan Online Demak (Forwenede) bersama DPC PKB Kabupaten Demak. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Penanganan COVID-19 tidak bisa terpisah dari pemulihan ekonomi. Keduanya harus ada keseimbangan, sehingga tercipta herd imunity yang berujung pulihnya masyarakat yang produktif secara sosial dan ekonomi.

Demikian disampaikan Direktur RSI Sultan Agung Semarang dr H Masyhudi, pada webinar bertema ‘Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata dengan Vaksinasi,’ yang digelar Forum Wartawan Online Demak (Forwenede) bersama DPC PKB Kabupaten Demak, Jumat (6/8/2021). Hadir pula sebagai narasumber Perwakilan BI Provinsi Jateng Firdauz Muttaqin, Bupati Jepara Dian Kritiandi, serta Wakil Ketua Komisi IX DPR RI H Fathan Subchi sebagai pembicara kunci.

Lebih lanjut Masyhudi menjelaskan, keterkaitan erat antara vaksinasi dengan upaya pemulihan ekonomi. Bahwa tiga pekan terakhir angka kasus COVID-19 menurun tajam. Sebagai contoh, di RSI Sultan Agung yang semula IGD-nya penuh saat peningkatan jumlah pasien pasca-lebaran, sekarang hanya sekitar 25 persen melayani pasien COVID-19.

Kondisi tersebut semakin membaik ketika upaya vaksinasi sudah disambut baik masyarakat. Meski secara nasional vaksinasi baru mencapai sekitar 10 persen dari target 208 juta jiwa. “Meski yang divaksin masih sedikit, namun yang terpapar dan berhasil sembuh dari covid tidak sedikit. Mereka yang sembuh, otomatis sudah memiliki kekebalan,” ujarnya.

Yang perlu diketahui masyarakat, vaksinasi massal bukan baru saat ini dilakukan di Indonesia maupun dunia. Pada 1971 sudah pernah ada. Tujuannya tentu terciptanya herd imunity atau kekebalan kelompok besar, minimal target terpenuhi 70 persen, sehingga mampu melindungi 30 persen sisanya.

“Lebih utama lagi, dengan vaksinasi mampu melindungi masyarakat sehingga tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Ketika masyarakat semakin sehat, maka akan kebal terhadap covid-19,” imbuhnya.

Meski demikian vaksinasi saja tidak cukup, karena masyarakat juga tetap wajib taat protokol kesehatan yakni 5M. “Ditambah mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup serta menjaga hati tetap happy bahagia,” kata dr Masyhudi.

Di sisi lain, Perwakilan BI Provinsi Jateng Firdauz Muttaqin menuturkan, tren pertumbuhan ekonomi tampak pada kwartal kedua 2021. Ditandai dengan pertumbuhan 7 persen di tingkat nasional dan 5,66 persen di Jawa Tengah.

Adapun faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut adalah ekspor yang tinggi, investasi pemerintah yang meningkat, serta daya konsumsi masyarakat yang tampak tumbuh pula pada Idul Fitri lalu.

Demi mendukung pertumbuhan ekonomi di masa pandemi, BI mendorong adanya digitalisasi UMKM. Termasuk UMKM di daerah wisata.

“Jawa Tengah sebenarnya memiliki destinasi wisata potensial seperti Borobudur. Hanya saja penggunaan internet di Jateng masih rendah, pun transaksi digital masih jarang. Sehingga masih diperlukan adanya pelatihan dan pendampingan UMKM,” ujarnya.

Senada disampaikan Fathan Subchi pada sambutan pembukanya, bahwa di amsa pandemi inu sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi harus tetap mendapatkan perhatian serius. Termasuk mendorong percepatan vaksinasi agar mampu menjadi modal kebangkitan perekonomian rakyat, termasuk di dalamnya UMKM dan pariwisata. rie-yds

 

You Might Also Like

Pembalap Maximilian Gunther Juara Formula E Jakarta 2023
Ganjar ke Pekalongan Cek Penanganan Banjir Rob
Visiting Professor di Sekolah Vokasi Undip Hadirkan Akedemisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia
Sedang Dibahas Pemerintah, ASN Pria Bisa Cuti Sampai 60 Hari Saat Istrinya Melahirkan
Masjid Jami’ Raden Sahid Semakin Lengkapi RSUD Sunan Kalijaga yang ‘BERKELAS’
TAGGED:covid-19 demakForwenede Demakpenanganan covid demakwebinar
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?