By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mahasiswa KKN UNS Latih Ibu-ibu Budikdamber
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mahasiswa KKN UNS Latih Ibu-ibu Budikdamber

Last updated: 31 Agustus 2021 18:22 18:22
Jatengdaily.com
Published: 31 Agustus 2021 18:22
Share
Pelatihan budidaya ikan dalam ember mahasiswa KKN UNS di Prembun, Kebumen. Foto: ist
SHARE

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Pandemi Covid-19 memberi dampak besar bagi ketahanan pangan masyarakat. Ketidakmampuan masyarakat untuk mengakses pangan yang aman dapat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Kreativitas ibu rumah tangga dalam upaya pemenuhan gizi keluarga selama pandemi Covid-19 jelas diperlukan.

Bertempat di Posko KKN UNS Kelompok 41 di Desa Tersobo, Tim KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 41 memberikan pelatihan budidaya ikan dalam ember (budikdamber), kepada ibu-ibu rumah tangga di RT 1 RW 2 Desa Tersobo, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen. Pelaksanaan kegiatan berlangsung Minggu (29/8/2021).

Budidaya ikan dalam ember merupakan teknik pengembangan akuaponik atau penggabungan antara akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman) dimana ikan dan tumbuhan tumbuh pada satu lokasi dan kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tumbuh kembang tanaman.

Teknik ini menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan minimnya lahan dalam budidaya ikan dan tumbuhan. Budikdamber yang dapat dibudidayakan dilahan sempit dan lebih hemat air ini sangat cocok diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki lahan budidaya yang luas. Terlebih modal yang relatif murah dan dapat menggunakan barang bekas juga menjadi poin positif dalam teknik ini.

Kegiatan pelatihan budikdamber merupakan rangkaian kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh kelompok 41 KKN UNS di Desa Tersobo. Tim yang beranggotakan 10 orang mahasiswa dari berbagai program studi ini membuat pelatihan budikdamber untuk ibu-ibu rumah tangga di Desa Tersobo sebagai upaya mewujudkan kreativitas dan menghadirkan kemandirian pangan di masa pandemi.

“pelatihan ini kami sasarkan kepada Ibu-ibu rumah tangga di desa Tersobo khususnya RT 1 RW 2 agar ibu-ibu dapat teredukasi dan lebih kreatif dalam usaha ketahanan pangan di masa pandemi” ujar Muchamad Afdhol, koordinator Tim KKN kelompok 41.

Acara yang sekaligus sebagai program kerja terakhir dari Tim KKN UNS Kelompok 41 ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 20 orang ibu rumah tangga ini dimulai dengan pengarahan mengenai budikdamber dimulai dari pengenalan berbagai media tanam yang dapat digunakan untuk budidaya sayuran serta penjelasan-penjelasan tentang cara pembuatan budikdamber, pemeliharaan, hingga pemanenan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok-kelompok kecil untuk melaksanakan pelatihan dengan pendampingan dari mahasiswa KKN. Pembagian kelompok didasarkan pada jarak rumah antar warga. Hal ini dilakukan karena pembagian ember budikdamber akan digunakan bersama-sama dalam satu kelompok sehingga seluruh anggota kelompok ibu rumah tangga dapat berpartisipasi dalam budidaya.

Ember yang digunakan sebagai media budidaya telah disiapkan oleh tim KKN beserta dengan perlengkapan budidaya lainnya. Setiap kelompok menerima sebuah ember yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, bibit kangkung, 50 ekor bibit ikan lele, dan pakan ikan lele.

Tim KKN UNS membagikan leaflet berisikan tata cara pembuatan budikdamber, pemeliharaan, hingga pemanenan. Diharapkan dengan adanya leaflet ini peserta pelatihan tetap memiliki pedoman walaupun program KKN telah selesai.

Selama pelatihan, mahasiswa KKN yang bertugas mendampingi setiap kelompok juga memberikan penjelasan-penjelasan sekaligus melakukan praktik bersama ibu-ibu rumah tangga. Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari keseriusan dalam mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir acara.

Acara ini didukung penuh oleh kepala desa Tersobo, Prayogi Yuli Purbowo . Menurutnya, pelatihan budikdamber dari mahasiswa KKN UNS diharapkan bisa menjangkau masyarakat luas terutama dalam hal perawatan yang masih menjadi kendala warga desa.
Penulis: Cut Dede Diah Rosyidah-yds

You Might Also Like

Kalah dari Arab, Skuad Garuda Masih Berpeluang ke Piala Dunia Jika Kalahkan Irak
SKB Netralitas ASN dalam Pemilu 2024 Diterbitkan
Dr Zainal: Kasus Andri Wijanarko Layak Dieksaminasi
Kemlu Sebut Dari 133 Hanya 4 Orang WNI di Palestina dan Israel Yang Mau Dievakuasi
Terkait Masalah Paskibraka Daerah, Kemenpora Tegaskan untuk Delegasi Paskibrakanas Kewenangan Provinsi
TAGGED:budidaya ikanmahasiswa KKN UNSprembun kebumen
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?