By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Lewat Kurikulum, Stie AKA Siapkan Lulusan Mudah Diterima Pangsa Kerja
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Lewat Kurikulum, Stie AKA Siapkan Lulusan Mudah Diterima Pangsa Kerja

Last updated: 21 Juni 2019 14:50 14:50
Jatengdaily.com
Published: 21 Juni 2019 14:40
Share
Kepala LLDikti Jateng Prof Dr DYP Sugiharto saat menjadi pebicara dalam seminar yang digelar Stie AKA Semarang. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Ketua Stie AKA Semarang Prof Dr Y Sutomo MM mengatakan, pembenahan kurikulum dilakukan untuk menyiapkan lulusannya bisa diterima di pangsa kerja baik lokal, nasional, maupun internasional.

Termasuk melihat pangsa kerja di dunia usaha dan dunia industri dan juga sharing dengan PT lain. Sehingga bisa menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bisa diterima pangsa kerja. Hal ini bisa menjadikan pijakan profil lulusan dalam capaian pembelajaran agar diakui di dunia industri. Hal ini dikatakannya, Kamis (20/6/2019), saat menjadi pembicara dalam seminar dan kolakium bertajuk Perubahan Kurikulum Program Sarjana (S1) Akuntansi dan S1 Manajemen yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (Stie) AKA Semarang, di Hotel Grasia Semarang.

Hadir juga Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI (Jateng), Prof Dr DYP Sugiharto. Dia mengatakan, kondisi saat ini cukup memprihatinkan. Banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak nyambung dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) atau pangsa kerja. Padahal mutu lulusan perguruan tinggi (PT) seharusnya relevan dengan pangsa kerja. ”Ini indikasi kompetensi lulusan tidak atau belum relevan dengan DUDI,” jelasnya.

Dia sering menerima keluhan dari sejumlah perusahaan, yang mengatakan jika saat menerima sarjana, maka perusahaan harus melakukan training selama enam bulan sebelum mereka bekerja. Padahal, seharusnya lulusan PT sudah siap bekerja, namun kenyataannya tidak. ”Mungkin terlalu banyak teori yang diberikan dosennya saat kuliah,” katanya.

Menyikapi kondisi ini menurutnya, perguruan tinggi harus melakukan perubahan kurikulum yang mengikuti perkembangan dunia usaha dan dunia industri, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Apalagi di era Revolusi Industri 4,0 perubahan kurikulum tersebut menjadi keharusan. Dengan kurikulum yang nyambung dengan DUDI, maka lulusan tidak gagap menghadapi pangsa kerja.

”Lulusan perguruan tingg baik itu PT Negeri atau PT Swasta, sama saja, saat memasuki dunia kerja, tergantung kompetensi lulusan. Oleh karena itu, PT harus bisa menyiapkan lulusan yang mampu masuk dalam DUDI,” jelasnya.

Hadir sejumlah nara sumber lain, diantaranya guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Unika Semarang Prof Dr Andreas Loko MM, mantan Rektor UKSW Salatiga Prof Dr Joi Ihalau S PhD dan Dr Tristiana Rijanti SH MM dari Ikatan Sarjana Eknonomi Indonesia. she

You Might Also Like

Polres Demak Bagi-bagi Masker di Pasar Bintoro
Kuota Haji Indonesia Naik di 2023
Operasi Yustisi Penegakan Prokes di Jateng, Tiga Kali Sehari
Persis Siap Hadapi Persebaya di Laga Uji Coba
Ansor Garda Terdepan Jaga NKRI
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?