Pasar Johar Semarang Kembali akan Ditempati, PKL di Pinggir Jalan Ditertibkan

2 Min Read
PKL di pinggir jalan Pasar Johar ditertibkan. Foto: Pemkot Semarang

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Satpol PP Kota Semarang menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati kawasan Johar, Selasa (28/9/2021). Penertiban ini dalam rangka menata kawasan Johar yang sebentar lagi akan kembali ditempati oleh para pedagang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, Dinas Perdagangan sudah mengundi lapak pedagang. Daftar ulang juga sedang dilaksanakan sehingga 10 hari ke depan Kawasan Johar diperkirakan sudah terisi.

Maka, area sepanjang jalan diharapkan tidak dijadikan lapak agar tidak terkesan kumuh. Di samping itu, pedagang yang mendirikan lapak di jalan ataupun trotoar juga melanggar peraturan daerah.

“Saya sampaikan, seputaran Johar harus steril. Kanjengan, Johar Utara, Selatan, Tengah, Shopping Center Johar (SCJ), harus bersih,” tegas Fajar.

Pada penertiban kali ini, petugas menertibkan pedagang yang berjualan di sebelah Johar Utara, Tengah, dan Selatan. Petugas juga memperingatkan pedagang di seputaran Kanjengan dan Pedamaran untuk segera meninggalkan lapak. Fajar menegaskan, petugas akan bersikap tegas kepada pedagang yang ngeyel dan enggan meninggalkan lapaknya.

“Saya tidak mau kompromi. Besok tidak ada PKL lagi disini. Jika ditemukan, langsung kami ambil,” tandasnya.

Guna menciptakan Kawasan Johar tetap tertib, Fajar mengaku, akan menerjunkan tiga regu yang akan mobile pagi dan malam. Dia tidak ingin jika pedagang sudah masuk Johar kawasan tersebut kumuh lantaran banyak PKL di tepi jalan. Selama pendaftaran ulang pedagang, pihaknya juga menerjunkan tim untuk memastikan pendaftaran ulang berjalan tertib.

Sementara itu, seorang pedagang es campur di kawasan Johar, Wiji mengaku, sudah berjualan di tepi jalan sejak Johar belum terjadi kebakaran. Jika pemerintah menghendaki pedagang tidak berjualan di tepi jalan, dia meminta pedagang diberi tempat di dalam pasar.

Diakuinya, selama ini tidak ada pendaftaran bagi para PKL untuk bisa mendapatkan lapak.

“Kalau tidak boleh jualan di sini seharusnya kami diberi tempat. Saya sudah disini sejak Johar belum kebakaran,” ucapnya. she 

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.