By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Disulap Jadi Kerajinan Cantik, Atikoh Borong Sekarung Bonggol Jagung
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Disulap Jadi Kerajinan Cantik, Atikoh Borong Sekarung Bonggol Jagung

Last updated: 13 Oktober 2021 08:12 08:12
Jatengdaily.com
Published: 13 Oktober 2021 08:12
Share
Atikoh mengaku tertarik bonggol jagung, karena bisa menjadi kerajinan cantik, saat di Balkondes Ngadiharjo, Borobudur, Selasa (12/10/2021). Foto:humas
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com) – Bonggol jagung seringkali dicampakkan menjadi sampah. Namun tidak, di tangan Ranu Adi. Bonggol atau janggel jagung justru diolah menjadi barang kerajinan, yang nilainya berlipat-lipat.

Ditemui saat ikut pameran di Balkondes Ngadiharjo, Borobudur, Selasa (12/10/2021), ia menyebut membeli sekarung janggel hanya dengan Rp5 ribu.

“Kalau sudah jadi barang kerajinan seperti cincin, jam tangan, gelang, satu barang harganya mulai dari Rp5 ribu sampai Rp1,5 juta,” ucap warga Kabupaten Pati itu.
Ia berkisah, awal membuat kerajinan bonggol jagung karena prihatin melihat tumpukan sampah bonggol di tempatnya tinggal. Ketika musim panen, limbah bonggol di setiap rumah bisa mencapai lima truk. Karena dirasa tak berguna, limbah bonggol itu akhirnya dicampakkan ke api, jadi abu. “Lalu saya bikin cincin. Eh kok laku,” tuturnya.

Agar awet, bonggol jagung dilapisi dengan akrilik dan kemudian dihaluskan dengan amplas. Selain itu, Ranu juga memilih hasil jagung yang ditanam di lahan bertanah kapur.
“Kalau ditanam di lahan kapur, itu lebih keras. Kalau di sawah itu lembek. Nah itu jadi karakteristiknya,” imbuhnya.

Ranu mengatakan, usaha kerajinan ya ini juga disokong oleh Pemprov Jateng. Dengan pelatihan administrasi hingga foto produk. Sampai kemudian, produknya pun dijual sampai mancanegara.

“Kalau ekspor saya masih nge-sub orang lain. Karena kapasitas produksinya belum banyak. Kemarin sampai Timur Tengah,” ucapnya.

Ikut serta dalam pameran di Balkondes Ngadiharjo menjadi berkah tersendiri. Selain memperluas pasar, produknya pun diboyong oleh Ketua Dekranasda Jateng Atikoh Ganjar Pranowo.

Saat melihat ke stand milik Ranu, Atikoh terlihat mencoba cincin bonggol jagung yang terlihat cantik. Setelahnya, kerajinan berupa tatakan gelas dan sebagainya pun dipinang.
“Produk dari Pak Ranu saya kira inovatif. Memanfaatkan bahan baku berlimpah jadi produk luar biasa,” ungkap istri GubernurJateng ini.

Hal serupa diungkapkan Kepala Bidang Manajemen Usaha Dekranas Suzana Teten Masduki.
“Ada produk jagung itu ya. Itu mungkin soal proses produksi secara teknis bisa diperbaiki. Tapi sudah bisa dimasukkan dalam produk yang punya daya jual,” pungkas Suzana. st

You Might Also Like

Pemerintah Sebut Harga Pangan Dijamin Tetap Stabil Jelang Lebaran
KAI Bagikan Tiket Eksekutif Gratis bagi Pelanggan KA Kaligung, Kamandaka dan Joglosemarkerto Periode 15 Mei – 15 Juni
Panpel PSIS Kembali Turunkan Harga Tiket
Pemerintah Janji TGIPF Dipastikan Investigasi Semua Tahapan Tragedi Kanjuruhan
Pemerintah Siapkan Pengamanan Ramadan dan Idulfitri
TAGGED:Atiqoh Ganjar PranowoborobudurBorong bonggol jagungdisulap jadi kerajinan cantik
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?