SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menyisipkan pesan ke dalam kalimat atau teks dengan tanda-tanda tertentu dalam sebuah tulisan sangat efektif membuat bawah sadar pembaca memahami pesan inti. Trik ini bisa dilakukan dengan memberi intonasi, warna tertentu, atau body kinetik.
Demikian Penulis Asep Herna menyampaikan kiat-kiat menulis dahsyat dalam Webinar#2 Writing Competition DigitalBisa.id bertema Menggerakkan Audience dengan Hypnowriting, yang diikuti ratusan jurnalis dari berbagai penjuru kota di Indonesia, Jumat (29/10/2021).
Dalam paparannya, Asep juga memberikan contoh kepada peserta webinar dengan cara menghipnotis. Audience atau para peserta diminta menahan napas, menghirup melalui hidung dan membuangnya melalui mulut dengan mata terpejam. Sambil diminta membayangkan seolah matanya tak bisa dibuka, karena lengket dengan lem yang sangat kuat.
Dari ratusan peserta webinar tersebut pasti ada 10 persen yang terhipnotis sesuai dengan perintah Asep Herna. Dan ternyata benar, lebih dari 10 persen peserta mengaku tak bisa membuka kelopak matanya sebelum dipulihkan oleh Asep. ”Sekarang peserta sudah saya pulihkan, dengan aba-aba hitungan satu hingga tiga, kelopak mata pulih kembali,” ujar Asep.
Dengan demikian, lanjutnya, hipnotis ini juga bisa diterapkan saat pemilihan kata yang tepat dalam sebuah tulisan bisa menancap begitu kuat dalam pikiran sehingga khalayak bisa langsung melakukan sesuatu setelah membacanya.
Mengutip hasil riset, menurut Asep Herna, membagi tipikal target audience dalam tiga kelompok, yakni 10 persen audience langsung melakukan sesuatu (tersugesti) setelah membaca, 85 persen berpikir dulu sebelum melakukan aksi, sedangkan hanya 5 persen audience yang kemungkinan akan menolak.
Tulisan yang menghipnotis tersebut bisa dirangkai dengan kata-kata yang secara spesifik mampu memikat dan melekat di pikiran pembaca dan masuk dalam kelompok yang 10 persen tersebut.
Efektivitas komunikasi, katanya mengutip Jim Rhon, “Berangkat dari 20 persen dari apa yang Anda tahu dan 80 persen dari apa yang Anda rasa. Akan tetapi, apa pun tulisannya, itu harus mencerahkan pembaca,” katanya.
Dalam webinar yang dipandu Sabri Rasyid dari Telkom Indonesia tersebut, Asep juga menyampaikan betapa efektifnya penggunaan rima dalam sebuah tulisan. “Penggunaan rima yang konsisten mampu membius pembaca memasuki trance (kesurupan). Itu sebabnya, ayat-ayat suci, juga mantra akrab sekali dengan rima,” katanya.
Ia memaparkan trik dengan menggunakan permainan bunyi vokal pada kata (asonansi) dan permainan bunyi konsonan (aliterasi). Asep memberi contoh “permainan” kata unik terdiri atas empat huruf yang sama dengan makna berbeda setelah mengutak-atiknya. st


