DEMAK (Jatengdaily.com)- Masih banyak orang tua belum tahu anak usia dini atau emas dimulai dari 0 sampai dengan 6 tahun. Lebih memprihatinkan lagi, pandemi corona turut andil menjadi penyebab menurunnya angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD).
Saat kunjungan kerja ke TK Negeri Pembina Kabupaten Demak dan TK Az Zahra, Bunda PAUD Kabupaten Demak Hj Khodijah Ali Makhsun menyampaikan, begitu pentingnya pendidikan anak usia dini maka sehingga anak di usia emas sangat perlu pendampingan.
“Pada usia emas anak harus benar-benar didampingi. Masalahnya masih banyak orang tua belum tahu anak usia dini itu dimulai dari 0 sampai dengan 6 tahun,” tuturnya, Senin (13/12).
Maka itu lah, istri Wabup Demak tersebut berpendapat, perlu adanya support bagi orang tua. Jika perlu mblusuk-mblusuk hingga ke desa, kumpulkan mereka dan beri pemahaman tentang pentingnya PAUD.
Memang tak jarang orang tua khawatir (belum tega) anaknya terlalu kecil untuk diperkenalkan dunia pendidikan. Padahal semakin dini anak mendapatkan pengasuhan yang benar, anak semakin cepat mandiri pula.
“Yen mesakke terus ke anak yo mbuh mengko. Di sini lah pentingnya memberi pemahaman orang tua tentang PAUD, sekaligus melibatkan mereka (parenting) dalam pendidikan anak,” imbuhnya.
Turut hadir mendampingi Kabid Pendidikan Non-Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Afida Aspar. Di samping Kepala Korwil Bidang Dikbud Hj Noor Sulistyawati, Penilik H Sapon dan Ketua Himpaudi Kabupaten Demak Lusiyanti.
Di sisi lain, kekhawatiran akan paparan covid-19 pada anak telah berimbas pada menurunnya angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Demak.
Sehubungan itu pemda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berupaya mengoptimalkan fungsi bunda PAUD di desa juga kecamatan, sekaligus memberikan pemahaman masyarakat pentingnya PAUD bagi terciptanya generasi berkualitas.
Seperti diungkapkan Kabid Pendidikan Non-Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Afida Aspar. Menurutnya, setiap anak berhak dapatkan PAUD berkualitas.
Karenanya usia emas anak perlu dibina dan dirangsang sehingga siap ke jenjang selanjutnya.
Maka itu PAUD Holistik Integratif yang merupakan penanganan anak usia dini secara utuh menyeluruh diterapkan. Karena mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan serta perlindungan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak usia dini.
Hanya saja, pandemi corona yang berkembang 1,5 tahun terakhir turut berimbas pada menurunnya angka partisipasi PAUD.
Khususnya di Kabupaten Demak penurunan mencapai 10 persen.
“Sehingga penting mengoptimalkan peran bunda PAUD di desa, ditambah dukungan bunda PAUD kecamatan serta elemen terkait untuk meningkatkan partisipasi PAUD. Termasuk revitalisasi Pos PAUD desa yang sejauh ini baru ada 92 satuan dari 249 desa/kelurahan,” tandasnya. rie-she


