SOLO (Jatengdaily.com) – Persis Solo akhirnya menjawab penantian panjang dengan meraih trofi juara Liga 2 setelah mengandaskan RANS Cilegon 2-1 di partai final semalam. Ini menjadi kado untuk masyarakat Solo kedua kalinya, setelah dua hari sebelumnya Persis memastikan naik kasta Liga 1 kala menang di semifinal.
Warga Solo pun langsung meluapkan kegembiraan usai Persis memastikan juara. Konvoi sepeda motor pecah di sejumlah titik termasuk di Jalan Adi Sucipto Solo dan Karanganyar. Namun polisi beberapa kali menghalau mereka untuk membubarkan diri. Konvoi juga terjadi wilayah timur Solo yakni daerah Palur, namun juga dihalau petugas.
Persis Solo sendiri sudah lama tidak mengangkat trofi juara, dan menjadi juara Liga 2 ini seolah sebagai momentum kebangkitan Persis. Terakhir Persis menjadi juara Divisi II pada tahun 1994 atau 27 tahun silam.
Baca Juga: Persis Solo Akhirnya Bangun dari Tidur Panjang
Dalam final kontra RANS Cilegon Persis terus berionisiatif melakukan serangan. Namun RANS juga tak tinggal diam, sehingga jual beli serangan tak terelakkan. Dua gol Persis dicetak Irfan Bachdim sedangkan RAN membalas lewat Alfin Tuasalamony
Pelatih Persis Solo Eko Purjianto usai pertandingan mengatakan, pihaknya berterimakasih pasa semua pihak yang telah mendukung Persis hingga menjadi juara. “Alhamdulilah kita bisa menjuarai kompetisi Liga 2 ini dengan persiapan hampir delapan bulan,” ujar Eko saat konferensi pers.
Menurut Eko, perjalanan Persis Solo meraih gelar juara tidak mudah dan penuh lika-liku.
“Tidak mulus jalannya. Banyak kendala di situ tapi kendalanya menjadikan motivasi dan mental kita tambah kuat, dan alhamdulilah kita syukuri kita bisa menjuarai Liga 2 ini,” tutur dia
Dan kita buktikan tadi malam kita bisa memenangkan pertandingan dan menjuarai kompetisi ini,” ujar Eko.
Menurut Eko, ini sebagai hasil kerja keras yang luar biasa dari pemain, staf pelatih, semua terutama juga owner yang luar biasa dukungannya buat tim ini sehingga bisa menjuarai Liga 2 ini. yds


