BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Enam orang perampok bersenjata tajam gagal membawa uang saat menyatroni Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali. Kesal tak berhasil mendapat jarahan, dua satpam disekap dan mengacak-acak seluruh ruangan.
“Seluruh ruangan diacak-acak, sasarannya ruang keuangan,” kata Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto, Selasa (2/7).
Dipaparkannya, para pelaku masuk dengan membobol pintu depan. Selanjutnya menyekap dua orang satpam atau penjaga malam, Widiyanto dan Andrianto. Tangan dan kaki diikat serta mulut dilakban. Keduanya disekap di ruang sekretariat.
“Pelaku ada yang membawa golok dan linggis. Satpam kami juga diancam akan dibunuh,” jelasnya.
Dari keterangan saksi, lanjut dia, para pelaku datang sekitar pukul 02.50 WIB. Setelah menyekap kedua satpam, kemudian mereka beraksi mengobrak-abrik seluruh ruangan di kantor yang berada di kompleks perkantoran terpadu Pemkab Boyolali tersebut.
Semua pintu ruangan dibobol dan diacak-acak. Brankas dibongkar. “Sasarannya uang,” imbuh dia. Namun para pelaku gagal mendapatkan barang jarahan uang uang tunai. Di kantor tersebut kini tak ada uang tunai, seiring pemberlakuan non-cash transaksi.
“Teman-teman (staf Disdikbud) kini sedang mendata kalau ada kerugian, tapi untuk kerugian uang tidak ada. Pelaku hanya membawa kabur hardisk CCTV dan dua telepon seluler milik Satpam,” kata Darmanto.
Menurut dia, para pelaku beraksi di kantor tersebut sekitar satu jam. Mereka pergi sesaat sebelum adzan subuh berkumandang. Kejadian perampokan itu kali pertama diketahui oleh Kabid Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Budi Prasetyaningsih, yang datang ke kantor paling awal, karena akan ada acara di luar kota.
Sampai di kantor dia mendengar teriakan orang terbungkam dan mendapati kedua satpam tersebut masih dalam posisi diikat. Lantas ikatan itu dilepaskan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Kepala Disdikbud dan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Petugas dari Polsek Mojosongo dan Polres Boyolali langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Mengumpat
Perampokan gagal membawa uang tunai yang
menjadi incarannya. Satpam yang disekap sempat terdengar pelaku mengumpat kesal
karena gagal mendapat hasil.
“Iya, (Satpam yang disekap) mendengar ada
pelaku bilang ‘j*nc*k’ gitu ketika hendak pergi,” kata Kepala Disdikbud
Boyolali, Darmanto.
Tetapi, belum diketahui pasti apakah umpatan
tersebut karena kecewa tak berhasil menemukan uang itu, atau karena sebab
lainnya.
Satpam atau penjaga malam yang terbangun
langsung mengecek suara dari arah depan itu. Namun, langsung ditodong
menggunakan senjata tajam oleh pelaku. Para pelaku langsung menyekap dua orang
Satpam Disdikbud, Widiyanto dan Andrianto. Tangan dan kaki diikat, mulut serta
mata dilakban.
Selanjutnya para pelaku beraksi membobol semua
ruangan dan mengobrak-abriknya. Brankas pun dibobol. Tetapi mereka gagal
mendapatkan barang yang diincarnya. “Sasarannya uang,” kata Darmanto.
Menurut dia, di kantornya memang tidak ada uang
tunai. Pasalnya, semua transaksi keuangan dilakukan secara online seiring
diberlakukannya non-cash tunai di Pemkab Boyolali.
Dari hasil inventarisasi, lanjut dia, tidak ada
barang-barang milik Disdikbud yang hilang. Komputer, Laptop maupun televisi
tidak ada yang dibawa kabur pelaku. “Semua aman,” imbuh dia.
Pelaku hanya membawa kabur hardisk CCTV dan dua
telepon seluler milik satpam.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto,
mengatakan kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. Petugas masih
melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap pelaku
perampokan. “Kami masih melakukan penyelidikan,” tandas Mulyanto.st


