By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Musim Kemarau, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Musim Kemarau, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen

Last updated: 3 Juli 2019 11:26 11:26
Jatengdaily.com
Published: 3 Juli 2019 11:26
Share
Kemarau, petani kekurangan air untuk tanamannya. Tanaman pun terancam gagal panen. Foto: wing
SHARE

SLAWI (Jatengdaily.com)- Musim kemarau membuat sebagian lahan perrtanian di wilayah Kabupaten Tegal dilanda Kekeringan. Bahkan lebih dari 10 hektare tanaman padi di Dukuh Lohdadi Desa Gembongdadi Kecamatan Suradadi, terancam gagal panen.

Untuk mengantisipasi gagal panen, petani terpaksa menyedot air dari sungai sekitar yang juga mulai mengering.

Salah satu petani Nadri, mengatakan lahan miliknya seluas kurang lebih 1,5 hektare yang ditanami padi mulai mengalami kekeringan. Belakangan, dirinya sulit mendapatkan air untuk mengairi sawahnya.

Terlebih, sejak awal April lalu sebagian besar wilayah di Kabupaten Tegal tidak terjadi hujan. Untuk mengantisipasi gagal panen, dirinya terpaksa mengeluarkan biaya tambahan.

“Setiap dua hari sekali, saya mengairi sawah dengan cara menyedot air sungai menggunakan mesin pompa. Sebab, program pengairan bergilir tidak cukup untuk kebutuhan,” katanya, Rabu (3/7/2019).

Hal senada diungkapkan Karnadi petani lainnya. Menurutnya, sejak beberapa bulan lalu hujan tidak lagi turun di desanya. Pernah sekali turun, namun intensitasnya kecil.

“Memasuki musim kemarau ini air semakin sulit didapatkan. Program pengairan bergilir yang diberlakukan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lahan para petani. Akibatnya, banyak para petani yang terancam gagal panen pada tahun ini,” jelasnya.

Karnadi menambahkan, tidak hanya tanaman padi, tanaman lainnya palawija yang ditanamnya juga kesulitan air. Selama kemarau, sebanyak 60 hektare lahan di desa itu tiga hari sekali mendapat giliran pengairan.

“Sumber air disalurkan dari Bendungan Cipero, yang berada di perbatasan Pemalang-Tegal,” tandas Karnadi.

Para warga berharap, pemerintah bisa membuatkan sumur pompa dengan kapasitas besar. Selain digunakan untuk pertanian, sudah barang tentu bisa dimanfaatkan kebutuhan sehari-hari. Seperti halnya yang sudah diberlakukan di Desa Penuntun Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. wing-she

You Might Also Like

Polres Demak Gelar Sosialisasi Alokasi Anggaran 2026, Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas
Antisipasi Kemacetan Mudik, Pemerintah Terapkan Rekayasa Lalin Satu Arah, Contraflow, dan Ganjil Genap
Jelang Idul Fitri, Polres Tegal Razia Petasan
Tangkap Fenomena Kinerja Industri TPT, BPS Data Seluruh Perusahaan Tekstil dan Konveksi
Kawasan KIPI Digadang Jadi Masa Depan Industri Energi Hijau Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?