By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Musim Hujan Tawon Vespa Merebak, Warga Harus Waspada
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Musim Hujan Tawon Vespa Merebak, Warga Harus Waspada

Last updated: 18 Februari 2022 11:21 11:21
Jatengdaily.com
Published: 18 Februari 2022 11:21
Share
Petugas saat melakukan evakuasi tawon vespa. Foto: Humas Klaten
SHARE

KLATEN (Jatengdaily.com)– Seiring datangnya musim hujan, habitat vespa affinis atau tawon ndas cenderung meningkat. Untuk menghindari jatuhnya korban, warga Klaten diminta hati-hati, dan segera menghubungi petugas atau relawan jika membutuhkan bantuan penanganan sarang tawon ndas itu.

Peringatan dini itu disampaikan Kinanti Arimbi (40) tokoh Relawan Cepat Tanggap Darurat (RCTD) Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, saat diwawancarai, Jumat (18/2/2022). Menurutnya, saat cuaca dingin seperti sekarang, biasanya menjadi musim kawin tawon vespa.

“Biasa kalau musim hujan itu udara lembab. Tawon vespa kalau udara dingin itu menjadi musim kawin atau berkembang. Maka tidak heran kalau musim hujan, laporan penanganan rumah tawon vespa meningkat. Sepekan RCTD Cawas bisa enam sampai tujuh kali melakukan operasi tangkap tawon atau OTT,” kata Kinanti.

Wanita yang juga aktif sebagai relawan sungai itu mengungkapkan, Selasa malam lalu (15/2/22) relawan RCTD melakukan tiga kali OTT di lokasi berbeda di Kecamatan Karangdowo, Klaten. Penangkapan tawon tersebut dilakukan pada malam hari, untuk menghindari risiko sengatan kumbang berbisa itu.

“Tiga lokasi berbeda teman-teman melakukan OTT. Masing-masing di Desa Tumpukan, Karang Munggung, dan Pencil yang semuanya berlokasi di Kecamatan Karangdowo, Klaten. Sarang tawon ndas itu sendiri ada yang di dahan pohon, di atas genting sampai di sudut kayu bangunan rumah warga. Kalau di sudut sempit rumah warga menjadi kasus OTT yang sulit,” terang wanita yang tinggal di Tirtomarto, Cawas, Klaten.

Kinanti menyampaikan, agar tidak tersengat tawon ndas, warga mesti berhati-hati dan tidak mengganggu rumah tawon. Apalagi pada siang hari. Pasalnya, sengatan tawon vespa sangat berbahaya. Dari 2019 sampai 2021 sudah sembilan warga Klaten yang meninggal tersengat tawon vespa.

“Jadi petugas juga harus terlatih. OTT baiknya malam hari sebab daya pandang tawon terbatas dan sudah masuk sarang. Lubang lalu tinggal ditutup dengan kapas yang dibasahi dengan bensin. Sejenak nanti tawon ndas sudah tak berdaya. Setelah itu sarang kita musnahkan. Terpenting warga harus hati-hati atau cepat menghubungi Damkar atau relawan terdekat,” pesannya. she

You Might Also Like

Pemerintah Upayakan Biaya Haji Tahun Ini Turun
Bakar Semangat Kafilah, Plh Kakanwil Jateng Tekankan 3 Kunci Kesuksesan
Presiden Prabowo akan Lantik 270 Kepala Daerah Terpilih pada 6 Februari 2025
Dibuat Pelaku Ekonomi Kreatif Bali, Inilah Makna Piala MotoGP Mandalika
Semen Gresik Kembali Raih 3 Paten dari Kemenkum HAM, Buktikan Keunggulan Inovasi Perusahaan
TAGGED:musim hujantawon vespa merebakWarga Harus Waspada
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?