Literasi di Jateng Masuk Kategori Cakap

3 Min Read
Fungsional Widyaprada Ahli Madya di PP PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Tengah, Melati Indri Hapsari saat menyampaikan materi penguatan literasi dan numerasi di sekolah. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Kemampuan literasi di Indonesia brdasarkan hasil survei programme for international student assesment, masih sangat rendah. Bahkan di beberapa daerah perlu intervensi.

Di sela pendampingan Tim Peningkatan Literasi Daerah (TPLD) Kabupaten Demak, Fungsional Widyaprada Ahli Madya di PP PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Tengah, Melati Indri Hapsari mengatakan, kemampuan literasi suatu daerah dibedakan menjadi empat tingkatan. Yakni perlu intervensi, dasar, cakap dan mahir.

Di antara 35 provinsi di Indonesia, Jawa Tengah termasuk daerah dengan kategori cakap. “Bahkan ada satu SMP swasta di luar Jawa, siswanya belum lancar membaca. Karena rendahnya tingkat literasi itu, guru SMP tersebut harus kembali menjadi guru SD,” ujarnya, Rabu (23/3/2022).

Dua tahun masa pandemi semakin memperparah tingkat kemampuan literasi, utamanya pada siswa kelas 1 dan 2 SD. Karena sistem pendidikan jarak jauh, mereka terpaksa belajar literasi dan numerasi dengan orang tua di rumah, yang notabene tidak menguasai strategi mengajar membaca, menulis dan berhitung (calistung).

Outputnya, orang tua menjadi emosi karena merasa tak mampu mengajarkan calistung. Pada saat sama, anak tidak memiliki literasi dasar yang optimal. Sementara literasi modal utama mempelajari konten-konten ilmu selanjutnya.

“Di sini lah pentingnya dibentuk TPLD, dan lanjut rencana aksi me dasar pada profil pendidikan. Termasuk di dalamnya penguatan kembali literasi di sekolah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kabid PNF gelaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Afida Aspar menuturkan, literasi di Kabupaten Demak sudah dilaunching pada 2016. Lanjut dengan penetapan Demak Kabupaten Literasi era Bupati Natsir tanggal 29 September 2016. Serta lanjut lagi dengan sejumlah Gerakan Literasi Kabupaten Demak 2018-2021.

“Adapun program literasi di Kabupaten Demak antara lain Kampung Literasi, Bantuan buku di TBM, Gerakan Literasi Paud, serta Gerakan Nasional Membacakan Buku,” ungkapnya.

Sedangkan Kampung Literasi yang telah terbangun yakni di Desa Bandungrejo Kecamatan Mranggen, Berahan Wetan Wedung dan Karangsari Karangtengah. Selanjutnya sempat off karena pandemi, sekarang dicoba diaktifkan lagi.

“Informasi bertebaran di mana-mana, jika anak kita belum siap tentunya sangat disayangkan. Sehubungan kemampuan literasi mereka yang tidak diasah sejak dini. Maka sepakat untuk membentuk TPLD sebagai bagian upaya peningkatan kualitas literasi dan numerasi daerah,” tandasnya. rie-yds

Share This Article