By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jateng Surplus Hewan Kurban, Masyarakat Tak Perlu Takut Kekurangan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jateng Surplus Hewan Kurban, Masyarakat Tak Perlu Takut Kekurangan

Last updated: 22 Juni 2022 13:47 13:47
Jatengdaily.com
Published: 22 Juni 2022 13:46
Share
Hewan kurban yang dijual di sejumlah tempat. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau warga tidak khawatir terkait sediaan hewan kurban pada hari raya Iduladha. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng, provinsi ini surplus 26.620 ekor.

Kepala Disnakkeswan Jateng Agus Wariyanto menyampaikan, dari potensi hewan kurban di Jawa Tengah sebanyak 399.302 ekor, kebutuhan kurban 372.682 ekor. Artinya, ada surplus 26.620 ekor hewan kurban.

Ditambahkan, pihaknya terus melakukan penyehatan kembali hewan ternak yang terindikasi PMK. Berdasar data Disnakkeswan Jateng pada Rabu (22/6/2022) ternak yang terduga mengalami gejala PMK sejumlah 23.487 ekor. Sebanyak 300 ekor di antaranya dinyatakan positif PMK, melalui uji medis.

Dari jumlah ternak terduga PMK, kata Agus, sebanyak 20.254 ekor mendapatkan pengobatan. Dari prosedur itu 4.949 ekor dinyatakan membaik, sisa kasus 18.163 ekor, dipotong 259 ekor dan mati 116 ekor.

“Berdasarkan Fatwa MUI, ada dua jenis sapi yang terkena PMK, yang berat dan yang ringan. Kalau yang ringan masih bisa dijadikan hewan kurban dan sah. Nah kalau yang berat sampai lempoh (lumpuh) kukunya copot itu tidak bisa,” ujarnya, Rabu (22/6/2022).

Terkait penutupan sejumlah pasar hewan, Agus menyebut hal itu menjadi kewenangan pemkab ataupun pemkot. Ia menggarisbawahi, penutupan pasar hewan menjadi upaya mencegah penyebaran transmisi PMK. Akan tetapi, hal itu harus diikuti dengan penjagaan lalu lintas hewan ternak. she

You Might Also Like

Kebakaran, Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Tarub Tetap Berjalan
Daerah Imunitas Rendah Gencarkan Vaksinasi COVID-19
GMKI Dorong Peningkatan Patisipasi Pemilih Pemilu 2024
Gelar Bazar, PIMAJT dan IPEMI Sediakan 3 Ribu Sembako Murah
Tingkatkan Industri Fashion Lokal, Ketua Dekranasda Kota Bekasi Gelar Bekasi City Fashion Movement
TAGGED:Disnakkeswan Jatenghewan kurban
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?