By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Lima Strategi Tangani PMK di Indonesia
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Lima Strategi Tangani PMK di Indonesia

Last updated: 4 Agustus 2022 17:35 17:35
Jatengdaily.com
Published: 4 Agustus 2022 17:35
Share
Antisipasi PMK dengan penyemprotan disinfektan. Foto: bnpb
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Indonesia secara maksimal berupaya menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemerintah menerapkan lima langkah utama sebagai strategi kebijakan multilevel, dengan tujuan untuk membatasi penyebaran wabah dan melindungi perbatasan antar kota dalam negeri maupun antar negara.

Adapun lima strategi yang digunakan yaitu, pertama dengan penerapan _biosecurity_ yang ketat. Ini merupakan pertahanan pertama dalam penanganan PMK. Melakukan desinfeksi atau dekontaminasi hewan, area, peralatan, dan manusia di, dari dan keluar peternakan, serta mengawasi akses pada kawasan rawan PMK.

Kemudian langkah kedua adalah pengobatan bagi hewan ternak yang telah terinfeksi PMK. Pemulihan menggunakan obat-obatan dan vitamin untuk mengobati gejala klinis yang muncul, serta meningkatkan kekebalan dan stamina ternak.

Pengujian menjadi langkah selanjutnya dari strategi penanganan PMK. Untuk mengkonfirmasi virus PMK pada ternak diperlukan alat pendeteksi dan pengujian menggunakan teknologi RT-PCR, yang dilakukan pada jaringan laboratorium Kementerian Pertanian.

Strategi keempat adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan. Upaya ini untuk pencegahan melalui sistem kekebalan hewan, diprioritaskan untuk ternak sehat dalam zona merah dan zona kuning. Pada wilayah zona hijau, diberlakukan strategi _biosecurity_ agar kawasan tersebut bisa terus bebas PMK tanpa vaksinasi.

Langkah terakhir yaitu melakukan pemotongan pada hewan terpapar PMK. Praktik pemotongan dilakukan sesuai persyaratan penanganan PMK. Tujuannya untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK di daerah-daerah yang angka kasusnya masih sedikit.

“Ini merupakan kebijakan bertahap, bertingkat dan berlanjut dari pemerintah Indonesia. Sistem surveilans dan _biosecurity_ masih berlaku sampai Indonesia pulih sepenuhnya dari penyebaran PMK,” ucap Koordinator Tim Pakar Satgas PMK, Prof. Wiku Adisasmito dalam Internasional Media Briefing secara virtual, Selasa (2/8/2022).

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan penanganan PMK, dapat mengakses melalui https://siagapmk.crisis-center.id atau https://bnpb.go.id/sebaran-virus-pmk. yds

You Might Also Like

Patuhi Larangan Mudik Sama dengan Jihad Kemanusiaan
Gempa Pacitan M 5.1 Terasa hingga Wonogiri
Pamit Undur Diri, Mbak Ita Ucapkan Matur Nuwun dan Mohon Maaf kepada Warga Kota Semarang
Ganjar Disambut Antusias Mahasiswa UGM; Seperti Pulang Kampung
Masyarakat Diminta Waspada Demam Berdarah dan HFMD
TAGGED:penanganan PMKPenyakit Mulut dan Kukuwiku adisasmito
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?