By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Sedikitnya 127 Orang Meninggal dalam Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sedikitnya 127 Orang Meninggal dalam Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Last updated: 2 Oktober 2022 07:16 07:16
Jatengdaily.com
Published: 2 Oktober 2022 07:16
Share
Ilustrasi.
SHARE

MALANG (Jatengdaily.com)- Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan, sedikitnya 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Korban meinggal dunia rata-rata adalah terdiri dari suporter Arema FC dan anggota polisi.

Kapolda jatim mengatakan, jika korban yang meninggal dunia di dalam stadion Kanjuruhan Malang tercatat sebanyak 34 orang. Sementara korban yang lain meninggal di rumah sakit pada saat proses pertolongan.

Kericuhan sendiri bermula saat para suporter menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Kerusuhan tersebut bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah. Diketahui dalam laga itu, Arema FC kalah dengan skor 3-2 atas Persebaya.

Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri dan barracuda. Sedangkan beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu suporter.

Kondisi ini membuat polisi menembakkan gas air mata. Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun yang berujung membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Terpisah Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing sangat menyesalkan kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang kemudian merembet di area di sekitar stadion.

”Seperti diketahui laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) yang berakhir 2-3 akhirnya berakhir ricuh. Ribuan Aremania mengamuk di dalam dan di luar stadion karena tim kesayangan mereka takluk dari Persebaya. Setelah mendapat laporan dari PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini. Arema bisa jadi dalam sisa pertandingan kompetisi BRI Liga 1 musim ini tidak diperkenankan menjadi tuan rumah. Selain itu sanksi lainnya juga menanti,’’ kata Erwin dikutip dari laman pssi. she

You Might Also Like

BMKG: Waspadai Ancaman Bencana Hidrometeorologi Jelang Nataru
IronC dalam Susu Anak, Menjawab Kebutuhan Zat Besi yang Penting
1.500 Mahasiswa Perguruan Tinggi se-NTT Angkat Tiga Jari; Pak Ganjar Bisa Perbaiki Demokrasi Kita
DPRD Ingin APBD 2023 Pulihkan Perekonomian Dampak Covid-19
Warga Jateng Banyak Yang Sudah Mudik Sebelum Pelarangan
TAGGED:127 Orang Meninggal dalam Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?