By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tak Hanya AKI dan AKB, Terkini CME Juga Bisa Atasi Stunting
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tak Hanya AKI dan AKB, Terkini CME Juga Bisa Atasi Stunting

Last updated: 5 Oktober 2022 16:45 16:45
Jatengdaily.com
Published: 5 Oktober 2022 16:45
Share
Kepala Puskesmas Bonang II Indah Kusumawati saat menjelaskan aplikasi CME berikut fitur stunting pada acara Literasi Kader CME oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Demak.Foto:dok
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Cengkeraman Mata Elang atau CME yang dikenal sebagai aplikasi digital untuk memantau ibu hamil, kini dilengkapi fitur stunting. Sehingga tak hanya mampu menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), inovasi terobosan Puskemas Bonang II itu juga dirancang untuk mengeliminasi kasus gagal tumbuh pada anak.

Seperti disampaikan Kepala Puskesmas Bonang II, Indah Kusumawati SSiT SKM MKes, CME adalah inovasi berbabis pelaporan digital berlatarbelakang persoalan AKI AKB, yang sampai kini masih menjadi ‘PR’ di Indonesia.

“Aplikasi digital ini selain digunakan untuk pemantauan ibu hamil (bumil) pada umumnya, juga dapat memantau kondisi bumil risiko tinggi (risti) temuan petugas kesehatan, masyarakat ataupun kader kesehatan terdekat,” ujarnya, di sela acara Literasi Kader CME oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Demak belum lama ini.

Di sisi lain, stunting saat ini merupakan permasalahan nasional seiring imbas jangka panjangnya yang mengancam generasi penerus bangsa. Bahkan Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan prevalensi stunting 14 persen pada 2024 sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 72 / 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Sementara Kabupaten Demak pada 2019 termasuk satu dari 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi stunting yang ditetapkan BAPPENAS RI. Tercatat ada 10 desa tersebar di tujuh kecamatan menjadi lokus stunting, yang salah satunya di wilayah kerja Puskesmas Bonang II.

‘’Penyelesaian stunting di Puskesmas Bonang II sebagai puskesmas di daerah pesisir tidaklah mudah, permasalahan sangat komplek baik dari sisi spesifik maupun sensitif. Sehingga dengan hadirnya aplikasi stunting yang terdapat pada aplikasi CME ini, sangat membantu petugas, kader maupun masyarakat terbawah dalam memantau stunting,” imbuhnya, didampingi Programer Promkes Sofiyatun, SKM.

Lebih lanjut disampaikan, selain keunggulan inovasi berdasar aplikasi berbasis pelaporan digital, masalah stunting di Bonang II teratasi pula berkat adanya pemberdayaan bidan desa, kader kesehatan, maupun masyarakat umum. Sejak dioperasionalkannya fitur stunting CME, prevalensi stunting di Puskesmas Bonang II yang semula 15,19 persen pada Agustus 2019, turun menjadi 10,88 persen pada Agustus 2020.

“Alhamdulillaah turun lagi menjadi 7,31 persen pada Agustus 2021, dan semakin turun lagi menjadi 5,78 persen per Februari 2022. Data tersebut berdasarkan hasil penimbangan serentak di 48 posyandu 10 desa binaan Puskesmas Bonang II,” urai Indah Kusumawati.

Sementara itu, Bidan Koordinator Puskesmas Bonang II Siti Yulaikah mengatakan, CME mudah digunakan terutama oleh kader maupun masyarakat bawah. “Cukup dengan input data posyandu yang ada di aplikasi, yakni berat badan dan tinggi badan. Apabila ada berat badan yang kurang, atau pendek maka akan muncul Early Warning System Stunting. Dengan begitu otomatis akan masuk dalam menu stunting, sehingga kami mudah memantau anak stunting yang terdeteksi,” ujarnya.

Sehubungan itu lah, pada 2019 Kabupaten Demak mengadopsi inovasi CME Puskesmas Bonang II sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Wali. Terlebih pada masa pandemi corona dua tahun terakhir, masa di saat semua kegiatan terbatasi PPKM. Sehingga keberadaan aplikasi CME lengkap dengan fitur stunting sangat membantu kegiatan bidan desa ataupun petugas dan kader kesehatan di lapangan.

Bahkan karena memiliki output sangat baik dalam penurunan stunting, hingga saat ini aplikasi CME terus digunakan dan disosialisasikan oleh Pemda, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Di antaranya melalui kegiatan pelatihan kader kesehatan dengan koordinasi 27 puskemas se-Kabupaten Demak. rie-st

You Might Also Like

Batang Survei Sumber Air Baru untuk Atasi Kekeringan
Disdikbud Batang Larang Pesta Perpisahan di Luar Sekolah, Fokus pada Kreativitas Siswa
Akses Padamkan Titik Api TPA Jatibarang Sulit, akan Datangkan Water Bombing Hari Ini
Pelaku Pencabulan Sejumlah Santri di Semarang Yang Ditangkap Ternyata Kyai Gadungan
Hadiri Perayaan Hari Guru dan HUT PGRI di Semarang, Ini Pesan Presiden Jokowi
TAGGED:Angka Kematian Bayi (AKB)Angka Kematian Ibu (AKI)Cengkeraman Mata Elang atau CMECME Juga Bisa Atasi Stunting
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?