By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pengungsi Banjir di Cilacap Sudah Pulang, BPBD Minta Tetap Siaga
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pengungsi Banjir di Cilacap Sudah Pulang, BPBD Minta Tetap Siaga

Last updated: 11 Oktober 2022 16:28 16:28
Jatengdaily.com
Published: 11 Oktober 2022 16:28
Share
Banjir di Cilacap. Foto: BNPB
SHARE

CILACAP (Jatengdaily.com)– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah terus membantu penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, yang terjadi sejak Sabtu (8/10/2022). Mulai dari evakuasi warga terdampak, distribusi logistik, dan sebagainya.

Kepala Pelaksana Harian (BPBD) Jateng, Bergas C Penanggungan menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemantauan ke lokasi banjir di Cilacap. Hasilnya, dampak banjir telah tertangani.

“Banjir Cilacap saat ini, penanganannya di beberapa tempat cukup luas, memang cuaca ekstrem. Masyarakat tetap dievakuasi, tetap diamankan ke titik aman,” kata Bergas, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (10/10/2022) malam seperti dilansir laman humas Prov.Jateng.

Pihaknya mengutamakan kelompok rentan, ibu, dan anak, untuk dievakuasi lebih dulu. Sedangkan, laki-laki dewasa diminta ikut menjaga lingkungan masing-masing. Dengan demikian, secara garis besar, banjir Cilacap sudah tertangani.

“Alhamdulillah, di Cilacap sudah tertangani. Termasuk logistiknya untuk pengungsi dari Dinas Sosial sudah didorong untuk disampaikan ke titik pengungsian,” tandasnya.

Namun kecenderungannya, masyarakat lebih memilih bertahan di rumah, karena menganggap itu sesuatu yang biasa. Meski demikian, BPBD terus melakukan pendampingan dalam penanganan bencana tersebut, dengan menyiapkan sejumlah titik pengungsian, seperti masjid, maupun gedung MTs. Sehingga masyarakat bisa pulang pergi ke pengungsian. Ketika pagi saat banjir surut, terang Bergas, pengungsi kembali ke rumah. Namun bila malam hari tiba dan banjir belum surut, pengungsi kembali ke tempat pengungsian.

“Sudah ada dapur umum yang disediakan pemerintah setempat, warga setempat membantu untuk masak. Termasuk relawan juga membantu,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima BPBD Jateng hingga Senin (10/10/2022) malam, sekitar 14 kecamatan yang sebelumnya terendam banjir, kali ini sebagian besar telah surut. Seperti di Kecamatan Maos, Gandrungamangu, Kedungreja, Kawunganten, Jeruklegi, Kesugihan, Majenang, dan Sampang.

Banjir masih terjadi di Desa Sidareja (Kecamatan Sidareja), Desa Mujurlor, Gentasari, Mujur, Kedawung, Sikampuh (Kecamatan Kroya), Desa Cisumur (Kecamatan Gandrungamangu), Desa Rawajaya, Binangu (Kecamatan Bantarsari), Desa Panikel (Kecamatan Kampunglaut), Desa Adiraja (Kecamatan Adipala), dan di Kecamatan Patimuan.

Penyebab kejadian adalah hujan intensitas tinggi dengan durasi cukup lama dari Jumat (7/10/2022)-Sabtu (8/10/2022) mulai pukul 13.00 WIB. Selain itu, pendangkalan sungai di Kabupaten Cilacap, penebangan lahan Perhutani mengakibatkan daya serap tanah kurang, hingga perubahan tata guna lahan di hulu dan perubahan tata ruang di hilir.

Menurut Bergas, BPBD Jateng juga terus koordinasi dengan BPBD daerah serta memberikan dukungan penuh dalam melakukan aksi penanganan. Termasuk, ikut menyebarkan informasi BMKG sebagai bentuk antisipasi bila terjadi bencana.

“Memang dari hasil BMKG telah kita sebarluaskan, di mana pada waktu lalu BMKG mengeluarkan informasi saat ini Jateng memasuki musim hujan, yang mana puncaknya di Januari-Februari. Maka, pada saat masa peralihan ini dari kemarau ke musim hujan biasanya ada cuaca ekstrem. Termasuk peralihan dari musim hujan ke kemarau juga sama. Pasti akan ada cuaca ekstrem,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemda juga menyosialisasikan informasi untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam, yang terjadi akibat cuaca ekstrem. she 

You Might Also Like

Indonesia Juara Ketiga di AFF Beach Soccer Championship 2022
Satpol PP Kota Semarang Segel Jalur Penyeberangan Pribadi di Atas Sungai
Dana Kelolaan Aman, BPJAMSOSTEK: Peserta Tidak Perlu Khawatir
SIG Siap Dukung Pembangunan Infrastruktur dan Perumahan dengan Semen Hijau
Empat WNI Berhasil Dievakuasi dari Gaza, Saat Ini di Mesir
TAGGED:Banjir di Cilacapbpbd
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?