By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: BMKG Sebut Jateng Terasa 10 Kali Guncangan Gempa, Terbanyak di Wonosobo
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

BMKG Sebut Jateng Terasa 10 Kali Guncangan Gempa, Terbanyak di Wonosobo

Last updated: 19 Januari 2023 17:48 17:48
Jatengdaily.com
Published: 19 Januari 2023 17:40
Share
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mecatat ada 10 kali gempa yang terjadi di Jawa Tengah. Terbanyak guncangan gempa berada di Kabupaten Wonosobo sebanyak lima kali gempa, dampaknya aktivitas vulkanik di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara naik menjadi level dua.

“Sampai pekan ketiga Januari 2023 ini ada 10 kali gempa sesar lokal di Jateng. Wonosobo menjadi daerah paling banyak terdeteksi lima gempa,” kata Kepala Stasiun BMKG Geofisika Banjarnegara, Heri Susanto Wibowo, Kamis (19/1/2023).

Dia menjelaskan bahwa lima gempa sisanya tercatat berada di Pacitan-Jawa Timur (Jatim) pada 9 Januari, dan perbatasan Jateng-Jatim hingga Pekalongan-Jateng yang serentak pada tanggal 17 Januari.

“Itu gempa periode 1-18 Januari 2023 yang efeknya dirasakan sampai Jateng. Delapan merupakan sesar lokal aktif di darat, dan dua berada di laut Selatan Jawa,” ungkapnya.

Sedangkan untuk goncangan atau magnitudo (mag) terbesar, teejadi pada 17 Januari di 125 Km barat daya Kabupaten Pacitan-Jatim yang mencapai 5.6 mag. Terkecil terjadi pada 10 Januari di 25 km barat laut Wonosobo yang mencapai 1.5 mag.

“Paling besar memang benar di tangggal 17 Januari, sumbernya dari selatan Jawa,” jelasnya.

Sedangkan masyarakat di sekitaran Dieng agar tetap waspada. Khususnya, bagi yang tinggal diarea lereng diminta untuk selalu memantau informasi dari BMKG maupun tanggap bencana setempat.

“Kemudian khusus yang berada di area lereng atau jurang, waspada dampak susulan dari gempa bumi, yaitu bisa longsor,” ujarnya.

Sekadar informasi, lima kali gempa yang melanda Wonosobo terjadi pada 10 Januari 2023 sebanyak dua kali dan tanggal 14 Januari 2023 sebanyak tiga kali. Untuk guncangan yang dirasakan mulai dari 1.5 magnetudo hingga 3.4 magnitudo.

Diberitakan sebelumnya, BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara menyebut gempa tektonik sebanyak tiga kali mengguncang kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Selasa 17 Januari 2023 siang. Berdasarkan lokasi episenter gempa terjadi pada kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. adri-she

You Might Also Like

Stunting Masih Tinggi di Beberapa Wilayah, Meskipun Tingkat Pemberian ASI Ekslusif Meningkat
RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet akan Diduplikasi di Daerah
Jumlah Hewan Kurban di Jateng Melimpah, Bisa Pasok Daerah Lain
Lantik Prof Laode Sebagai Rektor Pertama UICI, MPT KAHMI: UICI Kampus Budaya Digital
Peringati Hari Anak Nasional, IIKSG Gelar Goes To School, Salurkan Peralatan Sekolah hingga Adakan Kelas Inspirasi
TAGGED:bmkgJateng Terasa 10 Kali Diguncang GempaTerbanyak di Wonosobo
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?