By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Yuni Merasa Lebih Peduli Ketika Menjadi Pemulung
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Entertainment

Yuni Merasa Lebih Peduli Ketika Menjadi Pemulung

Jatengdaily.com
Published: 8 Februari 2023 19:25
Share
Bintang film lawas Yuni Arso mengaku kangen untuk kembali ke dunia yang telah membesarkan namanya. Foto:dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Bintang film lawas Yuni Arso mengaku kangen untuk kembali ke dunia yang telah membesarkan namanya. Hal itu diungkapkan artis yang tetap awet ayu ini ketika bertemu dengan penulis di Hotel Horison Ciledug Tangerang.

“Saya kangen banget pengen main lagi, apalagi kalau melihat teman seangkatan saya masih eksis,” ujar Yuni sambil menebar senyum.

Tapi wanita asal Solo agak ragu, karena masyarakat sekarang lebih asik menikmati film lewat HP ketimbang ke bioskop. “Jujur melihat kenyataan masyarakat sekarang lebih asyik dengan gadget atau handphone saya jadi Ilfill untuk comeback ke dunia film. Udah capai-capai syuting, eh, nggak ditonton masyarakat apa nggak senewen,” kata bintang film Akibat Terlalu Genit, Leax dan Damarwulan ini.

Yuni mengungkapkan kalau dirinya dinollkan oleh leluhurnya yang kerabat keraton Mangkunegara Surakarta. ‘Oleh eyang, saya harus hijrah dari kehidupan duniawi ke dunia yang lebih langgeng yakni akhirat. Saya harus memulai kehidupan dari nol, meninggalkan kehidupan mewah duniawi,’ katanya.

Yuni pun benar-benar meninggalkan kehidupan duniawi dengan menjadi pemulung di kota kelahiran di Solo. “Saya yang selama di Australia hidup glamor, tiba-tiba meninggalkan semua kemewahan dengan menjadi pemulung. Ini serius,” akunya terus terang

“Percaya nggak kalau selama ini air mata saya beku selama puluhan tahun, gara-gara jadi pemulung jadi cair. Ketika saya mungut makanan dari tong sampah, saya langsung menangis. Oh, begini rasanya menjadi orang nggak punya. Mau makan saja mesti ngais di tempat sampah,” ujar wanita yang tengah berhubungan dengan pria Australia ini

Sejak hidup jadi pemulung, Yuni mengaku menjadi orang yang memiliki rasa peduli dengan orang di sekitarnya.

“Selama ini saya nggak peduli dengan kehidupan orang lain, tapi setelah menjalani kehidupan jadi pemulung saya jadi empat dengan kehidupan sekitar. Saya jadi memiliki sifat welas asih, asah asih dan asih. Jadi hidup saya tidak Hampa seperti dulu,” ujar Yuni Arso panjang lebar, menutup wawancara dengan penulis yang sekaligus kangen-kangenan setelah hampir 25 tahun tidak jumpa. SB-st

You Might Also Like

Iroel Maulana Murid Sawung Jabo Luncurkan Album “Wake Up”
Ermy Kulit Kesengsem Single Hancur Hatiku Milik Harry Kutai
Merpati Band Gandeng Kezia Ber Janji Satu Purnama
Arsya Ristina Rizki Sabet 1st Winner Soloist Sopravista Olympic Art Games Italy 2021, Ingin Masuk Dapur Rekaman
Viola Harahap Bukber Bareng Anak Yatim dan Penggemar
TAGGED:hidup dari nolmengais sampahmenjadi pemulungmerasa lebih peduliYuni Arso
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?