By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kadensus 88 Sebut Kelompok Teror Manfaatkan Medsos Sebarkan Propaganda dan Rekrut Anggota
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kadensus 88 Sebut Kelompok Teror Manfaatkan Medsos Sebarkan Propaganda dan Rekrut Anggota

Jatengdaily.com
Published: 21 Maret 2023 18:00
Share
Marthinus Hukom. Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri Irjen Pol Marthinus Hukom menyatakan seluruh pengguna media sosial (medsos) diminta untuk mewaspadai konten provokatif yang mengandung propaganda aksi terorisme. Sebab kelompok teror memanfaatkan sistem algoritma yang ada di media sosial (medsos) untuk menyebarkan propagandanya sekaligus menentukan merekrut anggota.

“Ini caranya ISIS memanfaatkan medsos, terutama Facebook dan Twitter dipakai untuk merekrut target-target yang rentan. Seperti Facebook merekatkan kembali hubungan pertemanan dan keluarga. Kalau Twitter tempat memberikan gagasan-gagasan. Biasanya dengan media sosial akhirnya dimanfaatkan juga untuk propaganda-propaganda,” kata Marthinus Hukom di Semarang, Selasa (21/3/2023).

Dia menyebut pada konteks ini, mahasiswa dianggap sebagai agen yang tepat untuk membanjiri media sosial dengan konten-konten positif sebagai kontra narasi radikalisme dan terorisme. Ini sebagai cara untuk merawat kebhinnekaan yang ada di Indonesia, agar bangsa dan negara ini tetap kuat dan utuh.

“Medsos adalah ‘alat perang’ di era kemajuan informasi teknologi, jangan sampai kita bisa hindari perang tradisional, tetapi perang medsos tidak bisa kita hindari,” ungkapnya.

Dia menyebut untuk menangkal propaganda, perlu menciptakan eco chamber alias ruang gema untuk menetralisir propaganda radikal teror di medsos. Paham teroris bisa muncul dalam banyak aliran atau agama. Bahkan, bisa menimpa kepada individu yang tidak beragama sekalipun.

“Sebetulnya radikalisme itu ada dalam agama apapun, tidak hanya terkait dengan satu agama tertentu. Sebab kita hadir dalam bentuk keberagamaan dan datang dari berbagai perbedaan,” jelasnya.

Rektor Soegijapranata Catholic University Dr Ferdinandus Hindiarto menyatakan, kampusnya senantiasa mengajarkan nilai-nilai keindonesiaan. Nilai-nilai toleransi juga sudah sepenuhnya diimplementasikan oleh seluruh civitas akademik SCU.

“Implementasi dari nilai-nilai toleransi sudah sepenuhnya dijalankan oleh seluruh civitas akademika. Kami menggembleng generasi muda yang menguasai ilmu pengetahuan di bidangnya dengan kedewasaan moral dan kepribadian. Sehingga akan berani mengambil peran pemimpin di manapun mereka berkarya,” kata dia dalam Kuliah Umum Kebangsaan ‘Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Medsos”

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno menegaskan, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Sedang radikalisme merupakan bahaya laten yang tidak kelihatan, yang harus diwaspadai kapanpun. adri-she

You Might Also Like

Gempa Magnitudo 3.9 Guncang Wilayah Kabupaten Blora Tadi Pagi
Pipiet Senja Kisahkan Proses Kreatifnya di Satupena Kabupaten Semarang
Batang Survei Sumber Air Baru untuk Atasi Kekeringan
Kopda Muslimin Ngaku ke Pacarnya Belum Beristri
Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, SIG Perluas Ekspansi Global ke Pasar Amerika Serikat
TAGGED:Kadensus 88kelompok terormedsos
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?