By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mengenang Pengabdian Ibu Tien Lewat Karyanya
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mengenang Pengabdian Ibu Tien Lewat Karyanya

Last updated: 24 Agustus 2019 09:32 09:32
Jatengdaily.com
Published: 24 Agustus 2019 09:29
Share
Siti Hardijanti. Foto: by
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)– Tidak terasa perjalanan panjang dua yayasan yang digagas almarhum Tien Soeharto telah berusia 51 tahun, yakni untuk Yayasan Harapan Kita dan 33 Tahun Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK), pada hari ini.

 Menurut Sekretaris Jenderal YDGRK Mohamad Yarman, setahun sebelum pendirian YDGRK, bertepatan 40 tahun berdirinya Food and Agriculture Organization atau FAO di tahun 1985, Presiden Soeharto berkunjung ke markas organisasi naungan PBB itu, di Roma, Italia.

Beliau membawa bantuan dari para petani Indonesia, berupa hasil pertanian kita yang saat itu berlimpah ruah. Pak Harto mengantarkan langsung sebagian hasil pertanian yang melimpah itu untuk disampaikan FAO kepada saudara-saudara kita di Afrika yang sakit dan meninggal akibat kelaparan.

‘’Dari sejarah kita tahu, saat itu kemarau kelewat panjang, membuat orang-orang, terutama bayi dan banyak anak-anak, tidak mampu bertahan hidup. Dunia tergugah, hingga meluncurlah berbagai program besar, bahkan terbit pula satu lagu monumental yang hingga hari ini bisa kita rasakan getar kemanusiaannya, ‘We Are The World’,’’ katanya. 

Indonesia saat itu bukan bangsa yang bisa berpangku tangan melihat fenomena yang mengguncang perasaan itu. Hati nurani masyarakat Indonesia terpanggil. Kita pun memberikan andil, yang kemudian dihargai tinggi. Kepada Presiden Republik Indonesia Mohamad Soeharto, organisasi federasi pangan dunia itu memberikan medali dan penghargaan yang tinggi.

Teladan yang dilaksanakan suami tercinta telah menggerakkan hati  Tien Soeharto melaksanakan keinginan terpendamnya, yaitu berbagi kasih sayang dan perhatian nyata kepada keluarga-keluarga Indonesia yang begitu merana karena tertimpa bencana.

Kesetiakawanan sosial yang tulus telah 33 tahun diantarkan oleh seluruh Pengurus Yayasan Dana Kemanusiaan Gotong Royong Siti Hartinah Soeharto. Begitu bencana alam terjadi, mereka adalah yang terdepan berada di lapangan. Ibu Negara Tien Soeharto memegang langsung komandonya.

Almarhum Tien Soeharto mempercayakan pengabdian besar ini turut dilaksanakan oleh putra-putri dan menantunya.

Kiprah yayasan pun berskala internasional dengan pemberian santunan untuk korban musibah di Saudi Arabia, korban perang Teluk Persia, dan lainnya. Akmarhum Tien Soeharto sendiri seringkali mengantarkan langsung kebutuhan mendasar perkotaan di daerah seperti gerobak sampah dan merehabilitasi banyak perkampungan kumuh.

Almarhum juga mendirikan Taman Mini Indonesia Indah, untuk menyatukan beragam budaya Nusantara, dilengkapi pengenalan flora, fauna, kuliner dan adatistiadat luhur bangsa kita, ke dalam Indonesia kecil yang dibangun secara lengkap dan modern.

Juga mendirikan Perpustakaan Nasional di Jalan Salemba Raya. Sementara kecintaannya pada anggrek mendorong adanya Taman Anggrek Indonesia Permai yang melestarikan ribuan jenis anggrek asli Indonesia.

Juga Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita merupakan bukti perlawanan Ibu Negara Tien Soeharto terhadap tingginya angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan di masa itu. Beliau ingin rumah sakit ini berperan besar membantu tumbuh kembang anak-anak hebat harapan bangsa dan menjadi pionir penggunaan teknologi kedokteran terbaru.

Pada Mei 1988 lahir bayi tabung pertama Indonesia. Dengan bahagia Ibu Tien Soeharto memberinya nama Nugroho Karyanto. Disusul bayi tabung kembar tiga yang juga mendapatkan nama dari Ibu Tien Soeharto yaitu Melati, Suci, dan Lestari.

RS Jantung Harapan Kita menjadi medan pertempuran berikut almarhum bersama Yayasan Harapan Kita. Dalam pengasuhan tangan dinginnya, rumah sakit ini menjadi yang pertama melakukan bedah jantung terbuka di Indonesia dan operasi jantung berteknologi tinggi lainnya.

Kini Yayasan Harapan Kita berlayar di bawah komando anak almrhum, Siti Hardijanti Rukmana. By-she

You Might Also Like

Kemenkes Sebut Masih Ada 156 Obat Sirup Yang Boleh Diresepkan, Berikut Daftarnya
Ditabrak Motor Saat Nyebrang Jalan, Wanita Paruh Baya Meninggal
Karena Kerja Tulus dan Produktif, Elektabilitas Puan Maharani Naik
Percepat Insfrastruktur Desa, SG Bangun Jalan Rabat Beton Senilai Rp 346 Juta di Desa Tegaldowo
Resmi, Presiden Lantik Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto Jadi Menteri Kabinet Indonesia Maju
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?