By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Gus In’am Beri Wejangan Warga RT 4 RW III Lempongsari
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gus In’am Beri Wejangan Warga RT 4 RW III Lempongsari

Last updated: 16 Mei 2023 16:46 16:46
Jatengdaily.com
Published: 16 Mei 2023 16:46
Share
Dosen UIN Walisongo Dr.KH.Muhammad In'am Muzahidin,M.Ag yang biasa dipanggil Gus In'am memberikan wejangan kepada warga RT 4 RW III Lempongsari I Kota Semarang dalam Halalbihalal di Balai RT 04 pada 13 Mei 2023. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dosen UIN Walisongo Dr.KH.Muhammad In’am Muzahidin,M.Ag yang biasa dipanggil Gus In’am memberikan wejangan kepada warga RT 4 RW III Lempongsari I Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang dalam Halalbihalal di Balai RT 04 pada 13 Mei 2023.

Menurut Gus In’am, Syawal itu identik dengan gambar Kupat. Filosofi Kupat muncul pada zaman Walisongo yang bisa diartikan Laku Papat yaitu Lebaran, Luberan, Leburan dan Laburan.

Ke-4 unsur itu harus selalu dibudayakan agar terjalin silahturahmi antarwarga, tanpa ada perbedaan pangkat ataupun golongan.

”Dengan ‘HATI’ kita tingkatkan kebersamaan untuk memperkuat tali persaudaraan sesama warga RT 04 RW 03 Lempongsari I,” katanya.

”Ketupat menjadi simbol maaf bagi masyarakat Jawa, yaitu ketika seseorang berkunjung ke rumah kerabatnya nantinya mereka akan disuguhkan ketupat dan diminta untuk memakannya. Apabila ketupat tersebut dimakan, secara otomatis pintu maaf telah dibuka dan segala salah dan khilaf antar keduanya terhapus,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat makna lain mengenai beras yang menjadi isian dari ketupat. Beras diibaratkan dengan simbol nafsu dunia dan janur mencerminkan hati nurani. Dengan demikian, ketupat memiliki makna nafsu dunia harus dibungkus dengan hati nurani.St

You Might Also Like

Dua Anggota DPRD Kota Semarang Terdaftar Bantuan Sembako
Hormati Hasil Pemilu 2024, IPHI Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran
Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Semarang Demak Seksi 2
Pengendalian Transportasi, Pergerakan Penumpang Turun Signifikan
Pembangunan Universitas Pertama di Ibu Kota Nusantara Diresmikan
TAGGED:Beri WejanganGus In'amKota SemarangRW III LempongsariWarga RT 4
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?